Nasional

Kejari Padang Terapkan Keadilan Restoratif Pengguna Narkoba

ADHYAKSAdigital.com –Penegakan hukum humanis Kejaksaan Negeri Padang, Sumatera Barat kembali direalisasikan. Lewat penerapan keadilan restoratif, Kejari Padang memfasilitasi rehabilitasi terhadap tersangka pengguna narkoba, Selasa 21 Februari 2023.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum Fadil Zumhana Harahap menyetujui pengajuan Restorative Justice
dalam Tindak Pidana Narkotika Kejari Padang atas nama Ibnu Ismail, Aldo Fitrian dan Rafirinaldo. Ketiga tersangka ini harus menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa Prof.HB.Saanin Padang.

Berdasarkan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Urine Nomor: SKHP/653/XII/ 2022/RS.Bhayangkara tanggal 21 Desember 2022 menyatakan bahwa hasil pemeriksaan urine An. Tersangka IBNU ISMAIL Pgl IBNU (+) positif mengandung THC (ganja).Surat Kepala BNNP Sumbar Nomor: R/192/II/Ka/Rh.06.01/2023 /BNNP tanggal 1 Februari 2023 menyatakan bahwa Tim Asesmen Terpadu merekomendasikan yang bersangkutan dapat menjalani perawatan / pengobatan melalui rehabilitasi rawat inap selama 3 (tiga) bulan di RSJ Prof. HB. Sa’anin Padang.

Selanjutnya, berkas perkara Aldo Fitrian. Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Urine Nomor: SKHP/642/XII/2022/RS.Bhayangkara tanggal 13 Desember 2022 menyatakan bahwa Tersangka (+) THC (ganja). Surat Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Provinsi Sumatera Barat Nomor: R/191/II/Ka/Rh.06.01/2023/BNNP tanggal 1 Februrari 2023 menyatakan bahwa Tim Asesmen Terpadu merekomendasikan yang bersangkutan dapat menjalani perawatan/pengobatan melalui rehablitasi rawat inap selama 3 (tiga) bulan di RSJ Prof. HB Sa’aning Padang.

Untuk berkas tersangka Rafirinaldo, Berdasarkan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Urine Nomor: SKHP/651/XII/2022/RS.Bhayangkara menyatakan bahwa Tersangka (+) positif AMP (Ekstasi), (+) positif THC (ganja), (+) positif Metham Phetamine (shabu). Berdasarkan Surat Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Provinsi Sumatera Barat Nomor: R/193/II/Ka/Rh.06.01/2023/BNNP tangga 01 Februari menyatakan bahwa Tim Asesmen Terpadu merekomendasikan yang bersangkutan dapat menjalani perawatan/pengobatan melalui rehabilitasi rawat inap selama 3 (tiga) bulan di RSJ Prof. HB. Sa’anin Padang.
“Ketiga orang tersangka ini membeli narkotika jenis sabu dan ganja hanya untuk dipergunakan sendiri. Tersangka ditangkap atau tertangkap tangan dengan barang bukti narkotika yang tidak melebihi jumlah pemakaian 1 (satu) hari. Tersangka positif (+) menggunakan Narkotika dibuktikan dengan hasil pemeriksaan urine. Berdasarkan hasil asesmen terpadu, Tersangka dikualifikasikan sebagai pecandu narkotika, atau korban penyalahgunaan narkotika,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Padang M Fatria SH.MH didampingi Kasi Pidana Umum Budi Satra SH, kepada ADHYAKSAdigital, Rabu 22 Februari 2023.

Kajari Padang Fatria melanjutkan, tersangka belum pernah menjalani rehabilitasi yang didukung dengan surat keterangan yang dikeluarkan oleh pejabat atau lembaga yang berwenang. Surat jaminan Tersangka menjalani rehabilitasi melalui proses hukum dari keluarga atau walinya. Surat pernyataan Tersangka bersedia menjalani rehabilitasi melalui proses hukum.

Selanjutnya, JAM-Pidum memerintahkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Padang untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif berdasarkan Pedoman Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Melalui Rehabilitasi dengan Pendekatan Keadilan Restoratif Sebagai Pelaksanaan Asas Dominus Litis Jaksa. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button