
ADHYAKSAdigital.com –Jaksa Agung ST Burhanuddin berkirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto yang berisi pengajuan sejumlah nama pejabat struktural Kejaksaan Agung untuk diangkat mengisi sejumlah jabatan strategis Eselon I di lingkungan kerja Kejagung, Senin 13 Juli 2026.
Surat itu tertuang dalam surat bernomor SR-5/A/JA/07/2026 yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Salinan surat tersebut mulai beredar dan memuat sejumlah nama yang diproyeksikan mengisi posisi strategis di lingkungan Kejaksaan Agung.
Dalam surat itu, Dr. Harli Siregar, S.H, M.Hum diusulkan untuk menduduki jabatan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung. Harli Siregar saat ini menduduki jabatan sebagai Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Pengawasan.
Dia menggantikan Leonard Eben Ezer Simanjuntak yang juga diusulkan dalam surat ini bertukar posisi menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum.
Semnetara JAM Pidum Asep Nana Mulyana dalam surat ini diusulkan untuk diangkat menjadi Wakil Jaksa Agung Kejagung, yang selama ini merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas Wakil Jaksa Agung dan JAM Pidum Kejagung.
Dalam surat itu, Kuntadi diusulkan menjabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) menggantikan Febrie Adriansyah yang telah mengundurkan diri dari jabatannya. Saat ini, Kuntadi masih menjabat sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.
Posisi Kuntadi sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset diusulkan diduduki oleh Patris Yusrian Jaya, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta.
Yang istimewah dalam surat pengusulan ini, nama Dr. Harli Siregar dinilai layak untuk menduduki jabatan Kaban Diklat Kejagung. Pasalnya, Harli iregar adalam sosok “Guru yang menjelma sebagai Jaksa”, yang tentunya memiliki kompetensi untuk jabatan Kaban Diklat.
Harli Siregar layak menduduki jabatan Kaban Diklat Kejagung. Karakternya yang berwibawah. Dia tidak suka menjaga jarak dan senang berbagi ilmu dan pengalaman sebagai Jaksa maupun pemimpin Kejaksaan, tidak saja kepada bawahan, tetapi juga terhadap kolega dan sahabatnya di luar Kejaksaan.
Sosok Harli Siregar baginya adalah sosok jaksa yang berintegritas, profesional dan selalu meningkatkan kompetensinya dengan terus belajar dalam keilmuan dan wawasan. Dia rajin membaca banyak buku, tidak saja soal hukum, namun juga tentang filsafat, sosial, budaya, politik, hingga buku-buku rohani.
Berdasarkan pengalaman selama mengenalnya, Harli Siregar sosok jaksa yang rendah hati, bergaul dengan semua kalangan. Di lingkungan Kejaksaan, dia sebagai pimpinan yang tegas, pembimbing yang baik, suka menolong dan selalu memberikan penghargaan bagi anak buahnya yang telah bekerja dengan baik.
Dengan beragam pengalaman bertugas di sejumlah daerah, sosok Harli Siregar mampu menjalani pekerjaannya itu dengan penuh tanggung jawab dan profesional. Dia menyadari profesi jaksa di Indonesia dituntut untuk terus belajar dengan keadaan yang terus berkembang, baik skala nasional maupun global.
Badan Diklat Kejaksaan RI memiliki tanggung jawab besar dalam pembentukan ASN Kejaksaan yang berkualitas di masa depan. Harli Siregar saya kira mampu menjawab tantangan ini, mengasuh, mendidik dan menggembleng pegawai dan jaksa Kejaksaan untuk profesional, berintegritas dan humanis.
Penulis : Felix Sidabutar




