Nasional

Bangganya Helena Buku Karangannya Hiasi Pameran Buku PERSAJA

ADHYAKSAdigital.co –Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) menggelar Pameran Buku yang bertajuk “Adhyaksa Readers” dan “Persaja Literacy Space” mengambil tempat di M Bloc Space, Jakarta, Selasa, 28 April 2026 hingga Kamis 30 April 2026.

Even ini di gelar dalam rangkaian semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PERSAJA Ke 75 Tahun 2026. Organisasi berhimpunnya profesi jaksa se Indonesia pada Kejaksaan Republik Indonesia.

Pameran atau Bazar buku adalah salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi bagi para pecinta buku. Selain menjadi tempat untuk membeli dan memperoleh informasi tentang buku-buku terbaru, pameran buku dapat menjadi sumber inspirasi dan wawasan bagi para pengunjungnya.
Sejumlah buku bermuatan hasil karya ilmiah, penelitian dan buah pikir sejumlah insan Adhyaksa turut dipamerkan pada even pameran buku ini. Ada puluhan daftar nama penulis buku yang turut berkontribusi buku-buku karya tulisannya menghiasi pameran buku PERSAJA ini.

Salah satu penulis yang turut berkontribusi dalam pameran buku PERSAJA ini adalah Dr. Helena Octavianne, SH. MH. CSSL. Ada 4 (empat) buku karangannya yang dipajang pada pameran ini. Ke empat buku ini tertata rapi bersamaan dengan buku-buku lainnya di sejumlah rak buku yang disediakan panitia di lokasi acara.

Helena Octavianne yang juga Kepala Bagian Reformasi Birokrasi Biro Perencanaan Kejaksaan Agung ini mengakui bahwa
bagi seorang penulis, mengikuti pameran buku merupakan jalan untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat.
“Terlebih bagi penulis yang belum memiliki nama besar (belum terkenal), pameran merupakan sarana branding diri agar karyanya dilirik oleh khalayak ramai,” ujarnya kepada ADHYAKSAdigital, Sabtu 2 Mei 2026.

“Apalagi di jaman digital ini, dimana minat baca masyarakat terhadap buku sangat rendah, sehingga keberadaan buku hanya dilirik dengan sebelah mata,” tutur Helena Octavianne.

Bagi seorang penulis, mengikuti pameran buku adalah puncak kebanggaan. Momen ini memvalidasi kerja keras selama berbulan-bulan, mempertemukan langsung dengan pembaca, dan membuktikan bahwa karya yang ditulis dari hati mampu menyentuh banyak orang di dunia nyata
Ada kepuasan batin saat melihat buku dengan nama kita terpampang jelas di rak pameran, bersanding dengan penulis-penulis hebat lainnya.

“Pahit-getirnya revisi, ide yang buntu, hingga penantian penerbitan seolah terbayar lunas saat buku siap dibeli pengunjung,” ujarnya Helena penuh bangga. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button