JPN Kejari Bone Bolango “Gowes” Jemput Aspirasi

ADHYAKSAdigital.com –Bersepeda keliling kampung untuk menjemput aspirasi warga merupakan metode interaktif sebuah inovasi yang di gagas Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Bone Bolango, Heriyadi Djunaidi, S.H., M.H.
Pendekatan ini efektif untuk mendengarkan keluhan dan masukan masyarakat secara langsung terkait pelayanan dan penegakan hukum Kejari Bone Bolango. Termasuk sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi energi yang dicanangkan pemerintah.
“Sapa Warga” dengan bersepeda untuk bertemu masyarakat, cara paling efektif untuk menampung aspirasi langsung di lingkungan sekitar. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyerap aspirasi, tetapi juga sebagai sarana silaturahmi antara jajaran pemerintahan dengan masyarakat, serta mendorong budaya hidup sehat,” ujar Kajari Bone Bolango Feddy Hantyo Nugroho melalui Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Bone Bolango, Heriyadi Djunaidi kepada ADHYAKSAdigital, Senin 13 April 2026.
Kasi Datun Heriyadi Djunaidi menjelaskan bahwa inovasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan hukum, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan berbahan bakar fosil.
“Pelayanan hukum keliling dengan sepeda ini merupakan bentuk komitmen kami untuk tetap hadir di tengah masyarakat, sekaligus mendukung efisiensi energi. Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan menjadi hambatan untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujar Heriyadi.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini masyarakat dapat langsung berkonsultasi terkait permasalahan hukum perdata dan tata usaha negara, mendapatkan penyuluhan hukum, hingga memperoleh informasi hukum secara lebih mudah dan cepat.
“Jaksa Pengacara Negara hadir untuk masyarakat. Kami menjemput aspirasi warga, selanjutnya kami akan bantu memberikan solusi atas berbagai keluhan dan aspirasi yang disampaikan,” ujarnya.
Kajari Bone Bolango Feddy Hantyo Nugroho menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang dilakukan jajaran Datun. Menurutnya, inovasi tersebut sejalan dengan semangat institusi dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif dan berkelanjutan.
“Kami sangat mendukung langkah kreatif ini. Pelayanan hukum harus terus berinovasi mengikuti kebutuhan masyarakat, namun tetap selaras dengan kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal efisiensi energi dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Feddy.
Ia juga menegaskan bahwa pelayanan hukum tidak boleh berhenti hanya karena adanya keterbatasan sarana. Justru, dengan inovasi seperti ini, Kejaksaan dapat semakin dekat dengan masyarakat serta memberikan manfaat yang lebih luas.
Melalui program pelayanan hukum keliling dengan sepeda ini, Kejaksaan Negeri Bone Bolango menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan hukum yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh bahwa pelayanan publik dapat berjalan efektif tanpa harus bergantung pada penggunaan energi berlebih. (Felix Sidabutar)




