Didik Farkhan Pemimpin Yang Dielu-Elukan Rakyat Bugis

ADHYAKSAdigital.com –Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr Didik Farkhan Alisyahdi SH MH, menerima gelar kehormatan tertinggi adat Bugis “La Mappapole Daeng Pawinru”, yang diberikan Dewan Adat Saoraja Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Senin 6 April 2026.
Pemberian gelar adat ini sehubungan dengan sosok Didik Farkhan dinilai sebagai sosok pemimpin yang arif bijaksana, jujur, tegas, berintegritas dan humanis menjalankan amanah demi bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia,
Penganugerahan yang sarat akan makna budaya ini dilangsungkan di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman, bertepatan dengan kunjungan kerja Kajati Sulsel sekaligus menyemarakkan Peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696.
Piagam penganugerahan tersebut disahkan secara resmi oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman bersama Ketua Dewan Adat Saoraja Kabupaten Bone, Drs. H. A. Baso Hamid Achmad.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyerahkan Piagam Tanda Kehormatan tersebut diserahkan secara langsung dengan menganugerahkan Nama Bugis *LA MAPPAPOLE DAENG PAWINRU* kepada Kajati Sulsel Didik Farkhan Alisyahdi.
Dalam catatan Dewan Adat Saoraja, gelar mulia ini memiliki makna yang sangat mendalam, yakni “Sosok Pemimpin yang Arif dan Bijaksana, Sangat Berhati-hati Menyampaikan Fakta dan Kebenaran, Jujur, Teguh dan Tidak Membeda-bedakan Dalam Kepentingan Bangsa dan Tanah Air Yang diamanahkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemberian gelar ini adalah bentuk representasi rasa syukur, hormat, dan harapan masyarakat Bone terhadap institusi kejaksaan, khususnya di bawah kepemimpinan Dr. Didik Farkhan Alisyahdi SH MH.
Pemberian gelar adat ‘La Mappapole Daeng Pawinru’ ini bukan sekadar simbolis semata, melainkan wujud pengakuan dan penghormatan tertinggi dari Dewan Adat Saoraja dan seluruh masyarakat Bone.
“Kami melihat ketegasan, kejujuran, serta kearifan dalam diri Bapak Kajati saat menegakkan hukum,” ungkap Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman
“Momen penganugerahan ini menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan Hari Jadi Bone ke-696,” ujar Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.
Menurutnya, Didik Farkhan sebagai Kajati Sulsel dinilai sebagai sosok penegak hukum yang berdiri di atas fakta dan kebenaran, sejalan dengan prinsip luhur kearifan lokal masyarakat Bugis Bone.
Menerima penganugerahan yang luar biasa tersebut, Kajati Sulsel, Dr Didik Farkhan Alisyahdi SH MH, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah, dewan adat, dan seluruh elemen masyarakat Bumi Arung Palakka.
Kajati Sulsel Didik Farkhan Alisyahdi mengaku merasa sangat terhormat, bangga, sekaligus terharu atas penganugerahan gelar adat yang sangat mulia dari Dewan Adat Saoraja dan masyarakat Kabupaten Bone.
“Ini adalah cambuk penyemangat agar kami senantiasa teguh, jujur, berhati-hati, dan tidak tebang pilih dalam menegakkan keadilan demi tegaknya hukum dan wibawa Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Dr. Didik Farkhan Alisyahdi.
Penganugerahan ini turut disaksikan oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta jajaran pejabat utama dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Negeri Bone. (Felix Sidabutar)




