JAM Intel Orasi Ilmiah di Wisuda Mahasiswa Universitas Pancasila
Tekankan Bangun Kompetensi, Moral dan Pergaulan

ADHYAKSAdigital.com –Universitas Pancasila menghelat acara Wisuda bagi para mahasiswanya yang telah menyelesaikan perkuliahaan dan menyematkan gelar akademik kepada mahasiswa yang di gelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa 2 Desember 2025.
Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Reda Manthovani, SH. LL.M menjadi tamu kehormatan pada acara wisuda ini dan didaulat untuk menyampaikan Orasi Ilmiah.
Civitas akademika Universitas Pancasila, para guru besar, dosen, mahasiswa dan alumni mengaku bangga salah seorang alumninya menduduki jabatan strategis di Kejaksaan sebagai JAM Intel Kejagung dan juga aktif sebagai pendidik pada kampus ini.
JAM Intel Reda Manthovani, yang juga Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Pancasila menyampaikan Orasi Ilmiah dengan tema “Generasi Muda berintegritas, Profesional, dan berjiwa Pancasila menuju Indonesia Emas”.
Dalam orasi yang disampaikan di hadapan 1.461 wisudawan/wisudawati dari 7 fakultas, Jamintel Prof. Reda Manthovani menyoroti peran strategis generasi muda dalam menyambut puncak bonus demografi Indonesia pada tahun 2045.
Jamintel menegaskan bahwa untuk mencapai Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas demi terwujudnya Generasi Emas 2045, setidaknya diperlukan tiga modal utama:
1.Kapasitas Keilmuan: Mencakup penguasaan dan kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman.
2.Integritas Moral: Merupakan komitmen dalam bentuk kerukunan dan kesucian diri. Seseorang yang berintegritas mampu hidup secara terpadu, menjunjung etika, ketulusan, kelengkapan, dan kesucian diri.
3.Networking: Jaringan yang dimiliki individu dapat meningkatkan kesempatan untuk mengembangkan diri dan institusinya.
Mewujudkan bonus demografi menjadi peluang emas membutuhkan perhatian pemerintah, dengan SDM berkualitas sebagai unsur terpenting. Mantan Kajati Banten ini juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi ibarat pisau bermata dua.
“Di satu sisi, teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan kemudahan akses internet sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas SDM dan riset. Namun, di sisi lain, hal ini berpotensi menghilangkan lapangan kerja dan bahkan dijadikan alat kejahatan,” ujar Reda.
Sebagai bentuk komitmen, Kejaksaan Agung khususnya melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAMINTEL), turut serta dalam peningkatan SDM yang merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden RI menuju Indonesia Emas 2045.
Jamintel menjelaskan beberapa program strategis Bidang Intelijen Kejaksaan Agung, di antaranya:
•Jaksa Garda Desa (Jaga Desa): Program pengawasan dan pendampingan pengelolaan dana desa untuk menjamin transparansi dan mencegah penyelewengan, didukung oleh aplikasi digital “Real Time Monitoring Village Management Funding”.
•Jaksa Mandiri Pangan: Program untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
•Pengamanan Pembangunan Strategis: Komitmen mengawal program strategis pemerintah seperti Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk mencegah penyimpangan.
•Jaksa Masuk Sekolah: Inisiatif untuk menanamkan pemahaman hukum sejak dini kepada pelajar.
Jamintel juga berpesan kepada para wisudawan agar pendidikan akademis yang diperoleh tidak sempurna tanpa dipadukan dengan karakter. Karakter di sini mencakup moralitas, kebenaran, kejujuran, dan sikap tindak terhadap orang lain.
“Sebuah keberhasilan sejatinya tidak dibatasi oleh latar belakang jurusan atau bidang studi, melainkan ditentukan oleh keteguhan tekad, semangat juang, serta perencanaan yang matang. Jadilah cahaya yang menerangi bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan, bangsa, dan generasi penerus yang akan datang,” pungkasnya. (Felix Sidabutar)
.




