Nasional

Dr. Hermon Dekristo, Kawal Reformasi dan Transformasi Kejaksaan di Provinsi Jabar

ADHYAKSAdigital.com –Kejaksaan Republik Indonesia terus menunjukkan perubahan signifikan di bawah kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanudin. Reformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas kinerja dilakukan secara masif di seluruh Indonesia untuk memastikan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan humanis.

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, sebagai satuan kerja Kejaksaan RI di daerah ditetapkan menjadi role model dalam perwujudan visi dan misi Jaksa Agung ST Burhanuddin, khususnya dalam reformasi dan transformasi Kejaksaan di Provinsi Jawa Barat.

Pasca dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin bulan Oktober 2025 lalu di Jakarta. Beragam pesan dan harapan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan pimpinan Kejaksaan lainnya terhadap dirinya dalam menjalankan amanah jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar saat pelantikan kala itu.
Dr. Hermon Dekristo, SH. MH langsung bergerak cepat menjalankan amanah sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Dengan satu tekad, Kejati Jabar dan Kejari se Provinsi Jabar satu komando, tegak lurus dan berkomitmen mengawal reformasi dan transformasi Kejaksaan di Provinsi Jawa Barat.

Dia mengatakan transformasi Kejaksaan dimulai dari pembenahan sumber daya manusia (SDM). Penerapan merit system dijalankan secara ketat, mulai dari proses asesmen, seleksi pendidikan, hingga penempatan jabatan. Sistem reward and punishment diterapkan secara tegas, bahkan tidak sedikit jaksa yang diberhentikan atau diproses pidana karena melanggar aturan.

“Kepemimpinan saya sebagai Kajati Jabar terus berbenah dan melakukan terobosan-terobosan dalam pelayanan dan penegakan hukum Profesional, Berintegritas dan Humanis. Pembenahan dan perubahan nyata menghadirkan Kejaksaan Hebat dan Humanis,” ujar Hermon Dekristo kepada ADHYAKSAdigital di Kejati Jabar, Bandung, Rabu 19 November 2025.
Inovasi pelayanan publik Kejati Jabar itu yakni, pelayanan birokrasi yang cepat, transparan, gratis dan akuntabel dan terkoneksi secara digital.

Ia menegaskan bahwa Jaksa Agung menaruh perhatian besar terhadap penilaian kinerja di seluruh satuan kerja (satker). Tidak boleh ada kesenjangan antara penanganan kasus di pusat dan daerah. “Jangan sampai daerah melempem, sementara yang terlihat bekerja hanya pusat. Ini selalu menjadi perhatian pimpinan,” katanya.

Di sisi lain, Kejaksaan RI mengedepankan penegakan hukum humanis, terutama dalam penanganan perkara dengan dampak kecil. Melalui berbagai pendekatan, seperti musyawarah mufakat berbasis kearifan lokal, restorative justice, hingga program Jaga Desa, banyak perkara diselesaikan tanpa harus dibawa ke pengadilan.

Penegakan hukum tindak pidana korupsi yang dilakukan Kejaksaan sangat diapresiasi masyarakat luas sehingga memperoleh “Public Trust”. Menjadi beban moral Kejaksaan untuk lebih profesional dalam pengusutan kasus-kasus dugaan korupsi, sehingga pengelolaan dan penggunaan keuangan negara dapat dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan yang ada.
Kejaksaan memiliki tanggung jawab dalam penindakan, pencegahan dan pemulihan aset negara dalam proses penegakan hukum tidak pidana korupsi. Kejaksaan tidak semata-mata menindak pelaku korupsi, Kejaksaan juga melakukan kampanye anti korupsi serta pengembalian kerugian negara atas tindak pidana korupsi yang ditanganinya.

“Sesuai dengan visi dan misi Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kejaksaan hari ini hingga esok adalah lembaga penegakan hukum yang profesional, berintegritas dan berhati nurani. Setiap personil Kejaksaan, pegawai dan jaksa dituntut untuk berkomitmen terhadap visi dan misi tersebut,” tegas mantan Kepala Biro Kepegawaian Kejagung ini.

Kepemimpinannya yang tegas, berwibawa, cerdas, visioner dan inovatif diharapkan mampu membawa perubahan dalam pelayanan dan penegakan hukum Kejati Jabar dan Kejari se Provinsi Jabar.

“Saya ingin dikenang sebagi pemimpin yang humanis, bergaul, profesional, berintegritas dan bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam mendukung program pembangunan di Pemerintah Provinsi Jabar, Pemerintah Kabupaten dan Kota se Jabar. Silaturahmi dan koordinasi menjadi kunci utama kepemimpinan kita sebagai Kajati Jabar untuk didukung seluruh stake holder,” ujar Hermon Dekristo. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button