Selamat ! Dr. Helena Octavianne, SH. MH, CSSL, Kabag RB JAM Bin Yang Baru

ADHYAKSAdigital.com — Jaksa Agung ST Burhanuddin kembali menerbitkan Surat Keputusan Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan RI, pejabat struktural Eselon II dan Eselon III di lingkungan Kejaksaan RI dan satuan kerja di Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri, Senin 13 Oktober 2025.
Ada 2 (dua) Surat Keputusan Jaksa Agung RI yang diterbitkan yakni Nomor 854 Tahun 2025 dan Nomor Kep IV- 1425 Tahun 2025, satu menerangkan tentang mutasi dan rotasi untuk jabatan pejabat eselon II (dua), yakni Kepala Kejaksaan Tinggi, Direktur, Inspektur , Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi dan jabatan eselon II lainnya.
Sedangkan SK lainnya menerangkan tentang mutasi dan rotasi untuk jabatan pejabat eselon III (tiga), yakni Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Sub Direktorat, Kepala Bagian Tata Usaha di Kejati hingga Koordinator pada Kejati di Kabupaten/Kota se Indonesia.
Pada SK Nomor Kep IV- 1425 Tahun 2025 ini, di urutan nomor 32, ada nama Dr. Helena Octavianne, SH. MH, CSSL yang diberi amanah sebagai Kepala Bagian Reformasi Birokrasi pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung di Jakarta.
Helena Octavianne harus menanggalkan jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Jawa Barat. Jabatannya sebagai Kajari Garut ini telah dijalaninya selama 1 (satu) tahun 3 (tiga) bulan.
Posisi jabatan Helena sebagai Kajari Garut diamanahkan kepada Yuyun Wahyudi, S.H., M.H., sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pengawasan pada Kejaksaan Tinggi Banten.
Helena Octavianne adalah satu dari ribuan jaksa perempuan yang diberi amanah menduduki jabatan strategis di lingkungan kerja Kejaksaan Agung. Posisinya sebagai Kabag RB Biro Perencanaan saat ini mendudukkan dirinya sebagai jaksa perempuan yang pertama pada jabatan ini.
“Saya selalu berusaha mengabdi sebagai pegawai kejaksaan yang profesional dan berintegritas. Amanah institusi dan pimpinan berusaha saya jaga dan rawat, khususnya dalam penempatan jabatan. Dimana pun di tempatkan, saya harus menjalaninya dengan sungguh-sungguh,” ucap peraih peringkat pertama PPPJ Tahun 2005 ini kepada ADHYAKSAdigital, Selasa 14 Oktober 2025.
Helena adalah anak biologis dari Harprileny Soebiantoro , SH. MH. Sosok jaksa perempuan pertama dengan jabatan strategis Jaksa Agung Muda Pembinaan yang pernah dimiliki Kejaksaan RI. Harprileny Soebiantoro yang populer dengan sapaan Bunda Ellen adalah jaksa perempuan hebat, tangguh, berintegritas, inovatif dan visioner yang pernah ada di Kejaksaan.
“Emansipasi perempuan di lingkungan Kejaksaan RI menorehkan sejarah yang tentunya dapat terus dikembangkan dengan bertambahnya penempatan jaksa perempuan di jabatan strategis di Kejaksaan,” kenang Helena mengulang pesan inspirasi sang bunda atas pencapaian karirnya selama ini.
Menurutnya, Kejaksaan memerlukan jaksa perempuan yang dapat menjadi pemimpin di korps Adhyaksa. Saat ini terlihat jaksa perempuan yang memiliki integritas dan komptensi yang tersebar di seluruh bidang dan satuan kerja di Kejaksaan.
“Saya pasti menjamin, Jaksa-jaksa perempuan yang berkarya sebagai APH Kejaksaan saat ini ingin mengikuti jejak Bunda Ellen. Kita bangga jaksa perempuan mampu menduduki jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Kejaksaan Tinggi, Direktur dan jabatan strategis lainnya,” tutur ibu dua orang anak ini. (Felix Sidabutar)




