Lewat Bermain Gaple, Kajari Pasaman Rawat Silaturahmi
HUT ke 80 Kejaksaan RI, Forkompimda Pasaman Rayakan Dengan Riang Gembira

ADHYAKSAdigital.com –Kejaksaan Republik Indonesia pada 2 September 2025 akan memasuki usia ke 80 (delapan puluh) tahun. Satuan kerja Kejaksaan di sejumlah daerah turut bersuka cita menggelar berbagai even dalam semarak perayaan HUT Ke 80 Tahun Kejaksaan RI.
Kejaksaan Negeri Pasaman, Sumatera Barat, salah satu satker Kejaksaan di daerah turut menggelar berbagai even semarak HUT Ke 80 Kejaksaan RI, mulai dari aksi sosial, diskusi publik, perlombaan-perlombaan hingga even olahraga. Thema HUT Kejaksaan tahun ini “TRANSFORMASI KEJAKSAAN MENUJU INDONESIA MAJU.”
Sejak Jumat 15 Agustus 2025, Kejari Pasaman secara resmi menggelar even olahraga, yang diperuntukkan bagi masyarakat setempat, pemerintah daerah, pelaku usaha dan insan Adhyaksa Kejari Pasaman. Salah satu even olahraga yang di gelar adalah turnamen Gaple atau Domino.
Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Sobeng Suradal, SH. MH turut mengajak unsur Forum Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Pasaman menjadi peserta turnamen gaple/domino semarak HUT Ke- 80 Kejaksaan RI.
Turnamen gaple ini bukan sekadar gebrakan hiburan semarak HUT ke 80 Kejaksaan RI, tapi juga simbol pendekatan humanis yang jempolan. Kejaksaan nggak melulu soal penanganan perkara pidana, sidang dan mengusut korupsi, tapi juga soal gelak tawa di meja gaple.
Jumat 15 Agustus 2025, turnamen gaple menjadi ajang merawat silaturahmi Fokompimda Pasaman. Kajari Pasaman Sobeng Suradal berpasangan dengan Ketua DPRD Kabupaten Pasaman Nelfri Affandi melawan pasangan Bupati Pasaman Welly Suheri dengan Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunte. Permainan cukup seru dan alot yang pada akhirnya dimenangkan oleh pasangan Bupati/Wakil Bupati Pasaman.
“Melalui permainan gaple ini, kami ingin membangun hubungan emosional yang lebih dekat dengan tokoh-tokoh masyarakat. Dengan suasana santai, kita bisa saling mengenal lebih baik dan berdiskusi ringan terkait berbagai persoalan sosial dan penegakan hukum di Kabupaten Pasaman,” ujar Kajari Pasaman.
Menurut Kajari Pasaman Sobeng Suradal, kegiatan non-formal seperti ini bisa menjadi ruang silaturahmi yang efektif, karena mampu mencairkan suasana dan membuka komunikasi dua arah yang lebih terbuka dan bersahabat.
“Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergitas dan kolaborasi antara Forkompimda Pasaman,” ujar Kajari Pasaman Sobeng Suradal.
“Intinya, turnamen gaple ini bukan cuma soal menang-kalah. Ini tentang kebersamaan, tentang tawa, dan tentang bagaimana hentakan batu gaple bisa jadi penghangat suasana,” pungkasnya. (Felix Sidabutar)




