Kebanggaan ! JAM WAS Sapa Pegawai dan Jaksa Kejari Medan

ADHYAKSAdigital.com — Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM WAS) Dr. Rudi Margono melakukan kunjungan kerja di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Selasa 18 Februari 2025 hingga Kamis 20 Februari 2025 di Kota Medan. JAM WAS Rudi Margono membawa serta rombongan untuk kegiataan inspeksi dan monitor evaluasi kinerja Kejati Sumut dan Kejari se Sumut.
Selain mengunjungi Kejati Sumut, JAM WAS Rudi Margono dalam kunkernya juga mengunjungi Kejaksaan Negeri sejumlah daerah. Salah satunya Kejaksaan Negeri Medan, Rabu 19 Februari 2025.
Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Fajar Syah Putra Lubis, SH.MH bersamaan hari ini tengah di Jakarta dalam kegiatan penerimaan piagam penghargaan dari Jaksa Agung, berhalangan menyambut Kunker JAM WAS diwakili para Kepala Seksi pada Kejari Medan dengan didampingi pegawai dan jaksa menyambut kunjungan kerja JAM WAS Rudi Margono hari ini.

Setibanya di halaman gedung Kantor Kejari Kota Medan, JAM WAS Rudi Margono dengan didampingi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Rudi Irmawan dan para Asisten Kejati Sumut disambut dengan penuh sukacita dan kehangatan para Kasi, pegawai dan jaksa pada Kejari Medan. Kasi Intel Dapot Dariarma Siagian menyematkan Kain Ulos kepada JAM WAS Rudi Margono dengan diiringi alunan musik gondang Batak.
Kajari Medan, Fajar Syah Putra melalui Kasi Intel Dapot mengaku terharu dan bangga Kejari Medan dikunjungi Jaksa Agung Muda Pengawasan Rudi Margono bersama rombongan pengawasan Kejagung. “Kita bangga dan mendapat kehormatan, pimpinan Kejagung dalam hal ini JAM WAS melihat langsung dan menyapa pegawai dan jaksa Kejari Medan,” ujar Kajari Medan, Fajar Syah Putra.
Saat menyambangi Kantor Kejari Medan, JAM WAS Rudi Margono menyapa seluruh jaksa dan pegawai Kejari Medan. Rudi Margono memberikan motivasi dan dukungan agar kinerja Kejari Medan terus meningkat dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Kedatangan saya ke Kejari Medan, selain mempererat jalinan silaturahim juga ingin mengetahui langsung kondisi ril yang terjadi di lapangan, baik kinerja maupun sarana kantor dan personilnya Kejari Medan,” ujar JAM WAS Rudi Margono.

Kepala Kejaksaan Negeri Medan Fajar Syah Putra melalui Kasi Intel dihadapan JAM WAS menekankan komitmen seluruh jajarannya mewujudkan Kejaksaan Negeri Medan profesional, berintegritas dan berhati nurani. “Hal itu harus diwajibkan guna menghadirkan Kejaksaan Hebat dan Humanis ditengah-tengah masyarakat,” ucap Fajar Syah Putra.
JAM WAS Rudi Margono menuturkan, salah satu tugas bidang pengawasan adalah menjamin mutu dan kualitas kinerja maupun aparatur. Selanjutnya bidang pengawasan berperan aktif dalam memberikan saran dan tindakan perbaikan dan berkontribusi dalam memotivasi, mengarahkan dan menegakkan seluruh aturan organisasi serta memastikan tidak adanya pelanggaran dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Saya menekankan, insan Adhyaksa untuk senantiasa menjunjung tinggi etika dan tata krama dalam setiap menjalakan tugas dan profesinya. Pertahankan prestasi yang sudah ada dan teruslah bekerja dengan baik memberikan kemanfaatan, keadilan dan kepastian hukum kepada masyarakat setempat ,” pinta JAM WAS Rudi Margono.
Mantan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung ini menyampaikan bahwa paradigma Pengawasan Kejaksaan RI saat ini telah mengalami perubahan bukan untuk mencari-cari kesalahan (watchdog). Namun Aparatur Pengawasan Kejaksaan RI harus dapat menjadi Consultant yang berperan memberikan saran untuk perbaikan dan ikut berartisipasi secara aktif membantu manajemen melakukan berbagai tindakan perbaikan, serta menjadi Catalyst berperan untuk memotivasi, mengarahkan dan menegakkan seluruh bagian organisasi dalam lingkup seperangkat kebijakan yang telah ditetapkan serta memastikan tidak terjadi pelanggaran.
Rudi Margono berpesan agar seluruh pegawai dan jaksa di lingkungan Kejari Medan untuk menjaga marwah Kejaksaan dengan profesional dan menghindari diri dari perbuatan tercela yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat. Public Trust kepada Kejaksaan saat ini harus kita rawat, dengan mewujudkan kepastian dan rasa keadilan dalam penegakan hukum.
“Pegawai dan jaksa dituntut untuk selalu dekat dengan masyarakat. Kita harus berubah dan hilangkan gaya hidup hedonis dan pamer. Ini semua demi Kejaksaan Hebat dan Humanis,” tegasnya. (Felix Sidabutar)





