Nasional

Suasana Haru Kajati NTT Bertemu Dengan Keluarga Jaksa Korban Tragedi Laut Pukuafu

ADHYAKSAdigital.com –Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Zet Tadung Allo, SH. MH mengunjungi satu persatu rumah keluarga jaksa, korban dari tragedi tenggelam Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Citra Mandala Bahari – JM Ferry di Laut Pukuafu tahun 2006 silam, Senin 3 Februari 2025.

Kajati NTT Zet Tadung Allo membawa rombongan, dengan didampingi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Ikhwan Nul Hakim, SH, Kepala Kejaksaan Negeri Kupang, Hotma Tambunan, SH. MH, Kabang TU, Robby Permana Amry dan Kasi Penkum Raka Putra Dharmana.

Kedatangan Kajati NTT Zet Tadung Allo bersama rombongan hari itu disambut dengan penuh sukacita dan keharuan keluarga 3 (tiga) jaksa yang menjadi korban atas tragedi tenggelammnya kapal JM Ferry di Laut Pukuafu belasan tahun lalu tersebut.

Hari itu, Kajati NTT Zet Tadung Allo bersama rombongan mendatangi keluarga Soleman Bolla di Manulai 2, Kecamatan Alak. Kemudian mengunjungi keluarga Philipus David Ay atau akrab disapa Deddy, di Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kota Lama. Terakhir, mengunjungi langsung orang tua Deddy di Kelurahan Naikoten 1, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Bertajuk “Kunjungan Kasih”, Kajati NTT, Zet Tadung Allo memberikan Bingkisan Kasih kepada keluarga yang ditemui hari itu. “Semoga kunjungan silaturahmi dan pemberian bingkisan ini menjadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan dan mewujudkan rasa solidaritas di antara seluruh insan Adhyaksa di Provinsi NTT,” ujar Zet Tadung Allo.


Di kediaman Soleman Bolla, jajaran Kejati NTT mendengarkan langsung penuturan Wilmince Mangdalena Herlinda Tony, istri almarhum Soleman Bolla. Mendengar kisah bagaimana suaminya bisa bertahan mengapung selama 16 jam di tengah laut.

Saat itu dalam kondisi hujan deras, pun gelap gulita dan hanya berpegang pada tumpuan rakit, menghadirkan rasa haru yang mendalam. “Pak Soleman bilang, situasinya sangat mencekam. Yang terdengar hanya teriakan minta tolong para penumpang. Tapi dia tidak menelpon saya. Mungkin dia tidak ingin membuat saya takut,” ungkap Wilmince.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kebaikan dan perhatian dari bapak Kajati bersama rombongan, karena bisa menceritakan kepada masyarakat luas tentang tragedi JM Feri yang sudah hampir dilupakan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi bapak Kajati dan keluarga,” tambahnya saat diminta tanggapannya terkait kunjungan tersebut.

Sekedar tahu, Soleman Bolla yang tercatat sebagai jaksa di Kejari Rote Ndao, selamat dalam peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) “Citra Mandala Bahari” atau JM Feri, di Selat Rote, pada Selasa, 31 Januari 2006 silam.

Dia berhasil diselamatkan petugas, setelah mengapung selama 16 jam dengan hanya bertumpuh pada potongan kayu yang dijadikan rakit. Sementara dua rekannya yang lain, Engkus Kusdinar dan Deddy, meninggal. Kabarnya, Engkus Kusdinar baru setahun menikah saat kejadian. Sedang istri Deddy, Imelda Sayd, S.Pd, sedang hamil anak pertama. Namanya Gwyneth Anya Karenhapukh Ay yang saat ini berstatus mahasiswi.

“Memang terasa pedih jika mengenang kejadian itu. Kunjungan kasih ini dimaksudkan untuk memberi penguatan, terutama kepada anak-anak yang ditinggalkan. Kunjungan kami ini, juga sebagai bentuk perhatian dari lembaga tempat dimana para jaksa ini bekerja. Walaupun kejadianya sudah sembilan belas tahun lalu, tapi kita tetap tunjukkan empati kepada keluarga korban,” ujar Zet Tadung Allo. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button