Nasional

Sedihnya Guru, “Rendahnya Adab dan Etika” Insan Adhyaksa

ADHYAKSAdigital.com –Kata Adab dan Etika menjadi perbincangan dalam keseharian masyarakat dalam kurun waktu setahun terakhir. Ada kekuatiran BerAdab dan BerEtika yang selama ini diidentikkan dengan Bangsa Indonesia memudar seiring interaksi sosial yang cenderung individual, cuek, apatis dan materialistik.

Hari ini, 25 November adalah hari memperingati Hari Guru. Negara memberikan keistimewahan terhadap profesi guru, sehingga setiap tahunnya di tanggal 25 November seluruh warga negara diwajibkan memberikan penghormatan terhadap guru, pahlawan tanpa tanda jasa.

Adab dan Etika menjadi materi pembelajaran yang selalu dan secara kontiniu disampaikan para guru terhadap anak didiknya, baik di pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga di sekolah menengah atas.

Bahkan di perguruan tinggi, perkuliahan, pendidik seorang dosen juga menyampaikan pentingnya Adab dan Etika bagi mahasiswanya dalam keseharian. Kepintaran dan keahlian dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia yang beradab dan beretika.
Insan Adhyaka, pegawai dan jaksa adalah seorang anak didik atau murid dari seorang guru. Sehebat apa pun Insan Adhyaksa kini, tidak bisa dipungkiri besarnya andil seorang guru dalam proses panjang kehidupan seorang anak didik, mulai dari menempuh pendidikan dasar, menegah, atas hingga menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Guru mungkin bukan orang hebat, tetapi semua orang hebat berawal dari jasa seorang guru. Guru memperkenalkan kejujuran, integritas, dan semangat pada semua anak didiknya, dengan tujuan muridnya memiliki karakter yang baik dan mampu mengembangkan talenta yang dimiliki.

Kebanggaan seorang guru adalah mampu menghasilkan anak didiknya dewasa kelak menjadi manusia yang unggul,profesional, berintegritas dan bermoral serta bermanfaat bagi keluarganya, sesama dan negara.

Kejaksaan Republik Indonesia tentunya sangat berterimakasih atas peran seorang guru. Sumber Daya Manusia yang dimiliki Kejaksaan adalah mantan murid dari seorang guru. Mulai dari pegawai dan jaksa fungsional dan struktural. Termasuk, Jaksa Agung, para Jaksa Agung Muda, Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Kejaksaan Negeri dan pejabat lainnya di Kejaksaan adalah mantan murid seorang guru.

Bahkan hingga kini, SDM di Kejaksaan, siapa pun dia, baik pegawai maupun jaksa, hingga pejabat tingginya tetap berstatus seorang murid, karena tuntutan kelimuan, keahlian dan perkembangan di era digital dan moderen saat ini.

Kejaksaan terus bergerak dan menyesuaikan diri mempersiapakan sumber daya manusianya agar mampu mengikuti perubahan-perubahan yang terus ada dalam pelayanan dan penegakan hukum Kejaksaan. Sosok seorang guru tetap hadir dalam perjalanan perubahan-perubahan wajah pelayanan dan penegakan hukum Kejaksaan.

Guru itu tentunya terwakili oleh para pengajar pelatihan-pelatihan bagi pegawai dan jaksa, dosen hinga lembaga-lembaga pendidikan lainya yang dilibatkan untuk menghasilkan SDM Kejaksaan yang unggul, profesional, berintegritas dan bermoral.

Jaksa Agung ST Burhanuddin pada ceramahnya di hadapan peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa, calon jaksa beberapa waktu lalu meminta calon jaksa untuk mengedepankan moralitas, adab dan etika. Jaksa Profesional, Responsif, Integritas, bermoral, dan Andal.

Diberbagai pemberitaan media, beberapa oknum jaksa memanfaatkan wewenangnya dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi untuk memperkaya diri dan mempermainkan proses hukum. Hal serupa juga terjadi dalam wewenang di bidang pidana lainnya. Pemberitaan di media dan beragam aksi protes kerap dikabarkan perihal perilaku oknum jaksa dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.

Namun, sisi negatif tentang perilaku oknum jaksa nakal itu tidak mampu mengalahkan sisi positif tentang Kejaksaan. Pasalnya, kita masih mendapati jaksa yang bersih dan berhati nurani dengan beragam prestasi dan kegiatan positif dari Kejaksaan. Jaksa bersih dan berhati nurani masih ada dalam keseharian aktivitas wajah penegakan hukum Kejaksaan hingga saat ini.

Kita harus akui, keberadaan Kejaksaan saat ini tidak terlepas peran para Guru, Kejaksaan bisa hadir hingga kini ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak torehan prestasi yang dititipkan para Guru itu untuk lembaga penegakan hukum ini. Selamat Hari Guru ! (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button