Jaksa Agung Minta Calon Jaksa Beradab dan Beretika

ADHYAKSAdigital.com –Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung menggelar Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 81 Gelombang II Tahun 2024.
Ratusan calon jaksa dari Sabang sampai Merauke ini di gembleng dengan beragam materi pendidikan dan keilmuan, baik tentang moralitas, integritas, ketentuan hukum, SOP penegakan hukum, komitmen penegakan hukum, wawasan kebangsaan hingga ilmu intelijen yang harus dimiliki setiap insan Adhyaksa.
Beragam narasumber dihadirkan untuk memberikan ceramah beragam materi, antara lain, wawasan, pengalaman, pengetahuan dan keilmuan kepada para calon jaksa yang dipusatkan di Badiklat Kejagung, Ragunan, Jakarta ini. Termasuk Jaksa Agung ST Burhanuddin didaulat memberikan ceramah.
Hari ini, Kamis 21 November 2024, Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan ceramah dan berdialog dengan ratusan calon jaksa peserta PPPJ Angkatan 81 Gelombang II Tahun 2024. Jaksa Agung ST Burhanuddin dengan didampingi Kepala Badan Pendidikan dan Diklat Kejagung, Rudi Margono menegaskan pentingnya adab dan etika bagi setiap insan Adhyaksa.
Dalam ceramahnya, Jaksa Agung menegaskan pentingnya transformasi mental, pola pikir, dan pola kerja bagi para peserta PPPJ. Proses pendidikan ini, yang disebut sebagai “kawah candradimuka,” dirancang untuk menciptakan jaksa dengan karakter PRIMA: Profesional, Responsif, Integritas, berMoral, dan Andal.
Jaksa Agung menjelaskan bahwa Jaksa PRIMA adalah mereka yang:
1.Profesional, memiliki pengetahuan hukum mendalam dan kepatuhan pada prosedur;
2.Responsif, peka terhadap kebutuhan masyarakat dan dinamis dalam penegakan hukum;
3.Berintegritas, menjunjung tinggi etika dan kejujuran dalam tugas;
4.Bermoral, berperilaku terpuji dan mengutamakan kepentingan masyarakat;
5.Andal, mampu bekerja secara konsisten, terukur, dan dipercaya oleh publik.
Di akhir ceramahnya, Jaksa Agung menyoroti keberhasilan institusi Kejaksaan dalam menjadi lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh publik, berdasarkan survei terbaru dengan tingkat kepercayaan mencapai 74,7%.
Jaksa Agung juga mengingatkan para calon jaksa untuk menjaga dan meningkatkan capaian tersebut dengan menghindari penyimpangan serta bekerja sebagai satu kesatuan yang solid dan harmonis.
“Ingat, menjadi pemimpin bukan hanya tentang menduduki posisi tertinggi, tetapi juga tentang melayani masyarakat dengan adab dan etika,” ujar Jaksa Agung.
Ceramah ini menjadi pengingat akan tanggung jawab besar yang diemban oleh institusi Kejaksaan dan komitmennya dalam mencetak generasi jaksa yang unggul dan berintegritas demi pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Untuk melengkapi kecerdasan yang dimiliki oleh seorang Jaksa, maka saudara harus melengkapinya dengan adab dan etika yang baik dan mulia. karena kecerdasan harus mengikuti adab, tidak pernah mendahuluinya, dan tidak pernah menghacurkannya,” pungkas Jaksa Agung. (Felix Sidabutar)




