
ADHYAKSAdigital.com — Dilatarbelakangi kepedulian atas berbagai kebutuhan warga dan menempatkan diri dekat dengan masyarakat, Kejaksaan Tinggi Papua Barat dielu-elukan masyarakat setempat.
Kok bisa? Pasalnya, Kejaksaan Tinggi Papua Barat selama ini kerap melakukan aksi-aksi sosial bagi masyarakat, khususnya yang kurang mampu. Selain itu juga mampu menghadirkan pelayanan dan penegakan hukum yang profesional, berintegritas dan humanis.
Dalam rangka Peringatan Hari Lahirnya Kejaksaan RI ke 79, tahun 2024, Kejati Papua Barat menggelar beragam kegiatan, salah satunya aksi sosial, yakni Bedah Rumah Warga Korban Bencana Alam di Manokwari, Bedah Sekolah pada SD Sowi Indah di Sowi Gunung, Manokwari.

Kemudian, Bedah Panti Asuhan Yayasan Semi Metta Bahagia, beralamat Jalan Garuda RT. 006/ RW. 003, Kelurahan Makwan, Kecamatan Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Jumat 30 Agustus 2024, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Muhammad Syarifuddin, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, para Asisten, para Kepala Seksi pada Kejati Papua Barat berkunjung ke rumah warga, memastikan kondisi rumah yang menjadi korban terdampak bencana alam beberapa waktu lalu di Manokwari.
“Hari ini kita melihat langsung rumah warga terdampak bencana alam dinyatakan tidak layak huni dan harus diberi bantuan untuk dilakukan bedah rumah, menjadi rumah layak huni bagi keluarganya,” ujar Kajati Papua Barat M. Syarifuddin didampingi Asisten Intelijen, Muhammad Bardan kepada ADHYAKSAdigital, Sabtu, 31 Agustus 2024.

Syarifuddin menyatakan aksi sosial itu sebagai bentuk perhatian bagi masyarakat yang membutuhkan rumah layak, dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman.
Sama halnya untuk bedah dan perbaikan sarana Gedung Sekolah pada SD Sowi Indah di Sowi Gunung, Manokwari dan Panti Asuhan Yayasan Semi Metta Bahagia.
Kajati Papua Barat Syarifuddin berharap, rumah, gedung sekolah dan Panti Asuhan yang akan di rehab menjadi rumah, bagunan yang tampak tertata bagus dan nyaman.
Sehingga membawa berkah untuk keluarga terdampak bencana alam, murid nyaman dalam mengikuti pembelajaran di sekolah, serta anak-anak panti asuhan semangat selama tinggal di panti asuhan dan bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. (Felix Sidabutar)




