Mia Amiati: Mari Rawat Kelestarian Hutan Manggrove Pantura!

ADHYAKSAdigital.com — Dalam rangka mencegah terjadinya abrasi atau kerusakan pantai, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Mia Amiati bersama jajarannya melakukan penanaman pohon Mangrove di Kawasan ZIIPE, Pesisir Pantai Utara, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa 13 Agustus 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Asisten Intelijen, Asisten Pidana Khusus, dan Asisten Pidana Umum, Asisten Perdata dan Tata Usaha dan asisten lainnya pada Kejati Jawa Timur serta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se Jawa Timur, ikut mendampingi Kajati Jawa Timur, Mia Amiati dalam aksi sosial penanaman pohon Bakau.
Acara kepedulian terhadap lingkungan menanam pohon bakau dan aksi sosial ini diselenggarakan masih berkaitan dengan semarak perayaan Hari Bhakti Adhyaksa ke 64, tahun 2024, yang diperingati pada 22 Juli 2024 lalu. Kegiatan ini berkat kerjasama antara Kejati Jatim, Pasca sarjana Universitas Airlangga, Pemerintah Kabupaten Gresik, dan sejumlah perusahaan berskala nasional.
“Hari ini kita menanam bibit pohon mangrove di pesisir Pantai Utara, Gresik. Alhamdulillah, hati kita bergerak membantu alam, dan makhluk hidup lainnya, agar ekosistem di Pantai Utara Gresik ini bisa hidup dan tidak mengalami kerusakan. Mari kita rawat kelsetarian hutan manggrove Pantura ini,” ujar Kajati Jawa Timur, Mia Amiati.
Mia Amiati, yang juga dosen pada Universitas Airlangga ini mengatakan, keberlangsungan makhluk di air, dan didalam tanah ini merupakan tanggung jawab semua pihak, tak terkecuali masyarakat sendiri yang berada di pesisir pantai utara Gresik.”Mari kita jaga lingkungan hidup di sekitar kita,” ajak jaksa perempuan cantik ini.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan penanaman pohon bakau ini adalah sebagai bukti nyata kepedulian insan Adhyaksa sebagai aparat penegak hukum yang tidak hanya peduli terhadap unsur keadilan dalam penanganan perkara dan pelaksanaan tugas fungsi Kejaksaan lainnya.
“Kita insan Adhyaksa juga memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap isu-isu keberlanjutan, pelestarian lingkungan dan alam dan yang terpenting adalah mewujudkannya dalam sebuah tindakan nyata dan berkesinambungan,” ujarnya.
Luas mangrove di Indonesia mencapai 25 persen dari luas mangrove dunia, namun beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Di pantai utara Jawa, hutan ini sudah lama tergerus karena kebutuhan lahan penduduknya, termasuk banyak tumbuhnya areal industri disepanjang pantai utara (Pantura) Jawa Timur membuat areal hutan bakau setiap tahunnya terus berkurang.
Kondisi ini membuat sejumlah ekosistem yang menjadikan wilayah tersebut sebagai tempat hidupnya semakin terdesak, memaksanya melakukan migrasi atau memilih tempat lain. Adanya kondisi tersebut, perlu adanya perhatian untuk kembali melakukan penghijauan. Untuk itulah kami mnewujudkan kepedulian kami sebagai bentuk pengabdian kepada masyrakat melalui kegiatan penanaman pohon bakau di area pantura Jawa Timur.
Selain bermanfaat bagi kebutuhan mahluk hidup, Kajati Jatim Mia Amiati menuturkan, aksi menanam pohon mangrove ini juga merupakan hal yang positif, karena menjadi salah satu penopang pemanasan dari perairan laut. Bahkan, mangrove juga berperan untuk mengatasi masalah banjir pada kawasan pesisir Pantura Gresik.
“Semoga acara ini menanam pohon bakau di areal Hutan Manggrove bisa memicu kita semua untuk mencintai dan memelihara alam, yang saat ini sudah banyak yang mengalami kerusakan akibat abrasi pantai,” tutur Mia Amiati. (Felix Sidabutar)




