Nasional

Lewat SILAT, Kejati Kepri Tingkatkan PNBP

ADHYAKSAdigital.com — Upaya Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kepri) membantu negara dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP) patut diapresiasi. Apa gerangan?

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Teguh Subroto bersama timnya mampu menghadirkan pelayanan digital kepada masyarakat lewat aplikasi SILAT (Sistem Informasi Pelacakan Aset, untuk pembayaran denda dan uang pengganti perkara korupsi.

Aplikasi Sistem Informasi Pelacakan Aset (SILAT) berbasis Web yang dapat diakses pada Website Resmi Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau melalui link https://kejati-kepulauanriau.kejaksaan.go.id.

Lewat SILAT, Kejati Kepri Tingkatkan PNBP
Uji coba penerapan aplikasi ini pun disosialisasikan kepada seluruh jajarannya, Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang, Kejari Bintan dan Kejari Batam.

Kajati Kepri Teguh Subroto melalui Kasi Penkum Denny Anteng Prakoso menerangkan, aplikasi SILAT ini memiliki beberapa manfaat bagi pihak Eksternal Kejaksaan maupun bagi Internal Kejaksaan itu sendiri.

Manfaat dari Aplikasi SILAT bagi pihak Eksternal Kejaksaan adalah adanya keterlibatan masyarakat yang dapat berperan aktif untuk mendukung dan memberikan informasi aset pelaku Tindak Pidana Korupsi.

Masyarakat yang akan melakukan pembayaran denda dan uang pengganti perkara korupsi dapat melakukan pembayaran secara online, terdapatnya keterbukaan informasi publik atas penyitaan aset, tingginya pemanfaatan dana yang bersumber dari PNBP secara nasional untuk masyarakat.

Lewat SILAT, Kejati Kepri Tingkatkan PNBP
Sedangkan manfaat bagi Internal Kejaksaan adalah terjadinya peningkatan pembayaran uang pengganti dan denda perkara Tindak Pidana Korupsi, dan apabila terpidana tidak membayar maka aset terpidana akan dilelang oleh negara, meningkatkan penerimaan PNBP.

Adapun fitur dalam Aplikasi Sistem Informasi Pelacakan Aset (SILAT) ini telah menyediakan menu peran serta masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 41 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Yaitu menu pengaduan yang mudah dan cepat menggunakan sarana teknologi informasi. Pada aplikasi ini juga dapat dilakukan pembayaran denda dan uang pengganti secara online, dan terdapat juga menu publikasi berisi tentang informasi umum kegiatan pelacakan aset dan penyitaan aset.

Selain menu-menu tersebut, terdapat juga beberapa menu lainnya yang dibuat untuk kepentingan internal Kejaksaan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya yang terkait dengan kegiatan pelacakan aset. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button