Nasional

Gercep Rudi Margono dan Sutikno Wujudkan Kejati DKI Jakarta Hebat dan Humanis

ADHYAKSAdigital.com — Pasca dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Dr. Rudi Margono, SH.MH dan Sutikno, SH. MH segera bergerak cepat melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan jajarannya dan juga stake holder yang ada di Provinsi DKI Jakarta.

Dr. Rudi Margono, SH. MH dan Sutikono, SH. MH sebagai pimpinan pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta bergerak cepat dalam mewujudkan Kejaksaan Hebat dan Humanis, pelayanan dan penegakan hukum Kejaksaan di Provinsi DKI Jakarta Profesional, Berintegritas dan Humanis.

Beragam terobosan dihadirkan kedua orang pemimpin ini, memulainya dengan perbaikan menejemen internal. Kemudian, peningkatan sumber daya manusia lewat pelatihan dan pendidikan, perbaikan standar operasional birokrasi pelayanan dan penegakan hukum Kejaksaan. Penerapan pengawasan melekat terhadap jajarannya hingga pemberian sanksi bagi oknum pegawai dan jaksa yang melanggar.

Gercep Rudi Margono dan Sutikno Wujudkan Kejati DKI Jakarta Hebat dan Humanis

Duet kepemimpinan Rudi Margono dan Sutikno membawa lembaga Adhyaksa Kejati DKI Jakarta terus bergerak. Soliditas dan solidaritas insan Adhyaksa menjadi salah satu kunci lembaga ini mampu berkomitmen dalam penegakan hukum. Pembenahan dan perubahan dalam kinerja terus digelorakan bagi segenap insan Adhyaksa. Budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme dan integritas.

Soliditas dan solidaritas Adhyaksa menjadi salah satu kunci lembaga ini mampu berkomitmen dalam penegakan hukum. Pembenahan dan perubahan dalam kinerja terus digelorakan bagi segenap insan Adhyaksa. Bidang Penerangan Hukum juga merangkul media dalam publikasi kinerja jajarannya. Keterbukaan Informasi Publik dan Transparansi pelayanan dan penegakan hukum Kejati DKI Jakarta.

Peningkatan kepercayaan tersebut karena masyarakat menganggap Kejaksaan sedikit-banyak telah mampu menampilkan wajah penegakan hukum yang didambakan. Di antaranya adalah keberhasilan Kejaksaan dalam menangkap kegelisahan masyarakat atas praktek penegakan hukum yang dinilai tidak memenuhi rasa keadilan, yaitu dengan dikeluarkannya kebijakan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

Kebijakan tersebut merupakan tonggak perubahan paradigma penegakan hukum, sehingga masyarakat memposisikan Keadilan Restoratif identik dengan Kejaksaan. Penegakan hukum Keadilan Restoratif adalah salah satu perubahan nyata yang diberikan Kejaksaan bagi masyarakat pencari keadilan. Jaksa Agung ST Burhanuddin menerbitkan Perja No 15 Tahun 2020 tentang penegakan hukum melalui pendekatan Keadilan Restoratif.

Gercep Rudi Margono dan Sutikno Wujudkan Kejati DKI Jakarta Hebat dan Humanis

Tangan dingin Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin berhasil membuktikan dengan penegakan hukum yangg humanis berhati nurani dan dijalankan insan Adhyaksa Kejati DKI Jakarta yang penuh integritas, sehingga kepercayaan publik terjaga baik.

Penegakan hukum tindak pidana korupsi yang dilakukan Kejaksaan sangat diapresiasi masyarakat luas sehingga memperoleh “Public Trust”. Menjadi beban moral Kejaksaan untuk lebih profesional dalam pengusutan kasus-kasus dugaan korupsi, sehingga pengelolaan dan penggunaan keuangan negara dapat dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan yang ada.

Kejaksaan memiliki tanggung jawab dalam penindakan, pencegahan dan pemulihan aset negara dalam proses penegakan hukum tidak pidana korupsi. Kejaksaan tidak semata-mata menindak pelaku korupsi, Kejaksaan juga melakukan kampanye anti korupsi serta pengembalian kerugian negara atas tindak pidana korupsi yang ditanganinya.

Pasalnya, mempertahankan dan meningkatkan jauh lebih berat. Ekspektasi masyarakat terhadap Kejaksaan akan semakin tinggi dan harus direspon oleh insan Adhyaksa dengan kerja keras, kerja tulus dan penuh keiklasan. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button