Nasional

Kejaksaan Tegak Lurus Terhadap Perintah UU dan Ketentuan Hukum !

ADHYAKSAdigital.com — Peristiwa pengintaian oknum Densus 88 yang dialami Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Ardiansyah, turut direspon Indonesia Audit Watch (IAW).

Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus mendorong Kejaksaan RI tetap berada dalam rel penegakan hukum, khususnya pidana korupsi. Penegakan hukum Profesional dan Berintegritas.

Iskandar Sitorus menegaskan bahwa Kejaksaan RI memiliki kewenangan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi. Penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan merupakan perintah UU dan Ketentuan Hukum yang berlaku.

“Kita dapat memahami, aksi itu ditenggarai kepentingan untuk melemahkan kewenangan Kejaksaan daam penanganan kasus kasus korupsi yang selama ini berhasil dan menjadi perhatian publik, imbasnya Kejaksaan mendapatkan Public Trust yang tinggi,” ujar Iskandar Sitorus kepada ADHYAKSAdigital, Jumat 31 Mei 2024

Iskandar Sitorus mengingatkan jajaran Kejaksaan RI untuk selalu waspada atas berbagai upaya sekelompok oknum pelaku korupsi, lingkungan keluarga koruptor hingga jejaringnya yang membuat serangan balik atas penegakan hukum Kejaksaan RI, khususnya pemberantasan korupsi.

Dia menuturkan, belajar dari pengalaman dan sejarah, perlawanan dari para pelaku tindak pidana korupsi salah satu bentuknya adalah ‘membenturkan’ antara aparat penegak hukum.” Ada upaya mengadu domba. Namun, hal itu tidak mempengaruhi komitmen pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Dia menambahkan, perlawanan pelaku tindak pidana korupsi saat ini, akan menggunakan seluruh kekuatan dan kemampuan melalui berbagai akses yang dimiliki, baik akses politik, ekonomi, maupun akses lain.

Mereka para koruptor menggunakan segenap kekuatan dan segala cara termasuk melalui jaringannya untuk melemahkan dan mengadu domba internal Kejaksaan RI dan membenturkan sesama aparat penegak hukum.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana menyebut institusinya sudah biasa mendapat ancaman dan tekanan ketika sedang mengusut kasus. Meski demikian, ia mengklaim Kejaksaan tidak akan lemah dengan peristiwa seperti itu.

“Dan kami tidak lemah dengan ancaman dan tekanan. Penegakan hukum terus berjalan menjadi panglima di negeri ini,” tegas Ketut Sumedana, dalam temu pers beberapa waktu lalu. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button