Nasional

Dr. Afrillianna Purba : Tekun Belajar, Kejar Masa Depan Cerah !

ADHYAKSAdigital.com –Kejaksaan Negeri Way Kanan, Provinsi Lampung menggelar Jaksa Masuk Pesantren. Program Jaksa Masuk Pesantren ini merupakan perwujudan komitmen Kejaksaan hadir bagi masyarakat luas, khususnya pelajar, memberikan penerangan dan penyuluhan hukum.

Kali ini, Jaksa Masuk Pesantren Kejari Way Kanan di gelar di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Way Kanan, Rabu 8 Mei 2024. Kepala Kejaksaan Negeri Way Kanan, Dr. Afrillianna Purba turun langsung menyapa dan memberikan materi penyuluhan hukum kepada para siswa yang ada di Pondok Pesantren Darul Hikmah.

Kegiatan Jaksa Masuk Pesantren dilaksanakan merupakan wujud nyata atas diterbitkannya Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : KEP-184/A/JA/11/2015 tanggal 18 November 2015 tentang Pembentukan Tim Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Masuk Pesantren Kejaksaan Republik Indonesia. Hal ini sebagai upaya mendukung Agenda Nawa Cita ke-8 Pemerintah Indonesia yakni “Melakukan Revolusi Karakter Bangsa.
“Saya bangga adik-adik pelajar mau belajar mengenal lebih dekat dengan lembaga ini. Pelajar adalah generasi penerus bangsa ini ke depannya. Kita semua pastinya masing-masing mempunyai mimpi dan cita-cita untuk masa depan. Wujudkan Cita-Cita Mu Dengan Tekun Belajar !,” pesan Kepala Kejaksaan Negeri Way Kanan, Afrillianna Purba.

Kajari Way Kanan menegaskan bahwa hanya kamu (santri) yang bisa mengendalikan masa depanmu. Untuk mewujdukannya, siswa harus memiliki ketekunan, mandiri, berwawasan dan juga berintegritas dalam hal etika dan moral.

Saat itu, Kajari Way Kanan mengingatkan para santri untuk tidak melakukan aksi perundungan kepada sesama teman-temannya. Afrillianna Purba juga meminta siswa untuk bijak dalam penggunaan media sosial.
Dia menuturkan, tradisi saling ejek, cemooh hingga konflik pribadi sangat meresahkan di kalangan pelajar. Era digital dengan media sosial, sesama pelajar saling mengolok-olok hingga pengancaman. Saatnya kita berkomitmen untuk menghilangkan budaya negatif ini.

“Mari kita bersama-sama membangun kebersamaan, kekompakan, solidaritas sesama pelajar. Mari membangun kesadaran aksi perundungan itu adalah salah dan merugikan orang lain,” tegas jaksa perempuan cantik ini.
“Kami juga hadir memberikan penyuluhan hukum, agar warga sadar hukum dan menjauhi hukuman. Pada kesempatan ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat agar memahami secara baik dan benar tentang peraturan, ketentuan perundang-undangan dan norma hukum lainnya. Sehingga dengan demikian, masyarakat dapat mempertangung jawabkan setiap perilaku kesehariannya bila bersentuhan dengan tindak pidana,” tegasnya.(Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button