Nasional

Kejari Kuansing Tahan Sukarmis, Mantan Bupati 2 Periode

ADHYAKSAdigital.com –Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi (Kuansing), Riau melakukan penahanan terhadap Sukarmis, mantan Bupati Kabupaten Kuantan Singingi 2 (dua) periode, tersangka atas dugaan korupsi pembangunan Hotel Kuantan Singingi, senilai Rp. 22,6 miliar yang didanai APBD Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat 3 Mei 2024.

“Hari ini penyidik pidana khusus Kejari Kuansing menahan Sukarmis, atas dugaan korupsi pembangunan Hotel Kuantan Singingi yang didanai APBD Tahun 2013 dan APBD 2014. Tersangka kita titipkan sebagai tahanan jaksa di Lapas Kls II Teluk Kuansing untuk masa tahanan 20 hari kerja,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Nurhadi Puspandoyo, SH.MH kepada ADHYAKSAdigital, Jumat 3 Mei 2024.

Nurhadi Puspandoyo menuturkan, penahanan tersebut dilakukan dengan alasan subjektif karena dikhawatirkan Sukarmis akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan atau mengulangi tindak pidana, serta alasan objektif karena ancaman pidananya lebih dari 5 tahun.
Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Nurhadi Puspandoyo menjelaskan, penetapan tersangka terhadap Sukarmis ini berdasarkan surat perintah penetapan tersangka Nomor: B-500/L.4.18/Fd.1/05/2024 tanggal 3 Mei 2024.

Nurhadi Puspandoyo menjelaskan, dalam proses penyidikan dan laporan hasil audit BPKP Provinsi Riau, kerugian keuangan negara atas praktik dugaan korupsi ini sekitar Rp 22,6 miliar. “Perhitungan keuangan negara Nomor LHP-454/PW04/5/2023 tanggal 04 Oktober 2023, yang mana jumlah kerugian negara dalam kegiatan pembangunan Hotel Kuantan Singingi yang bersumber dari APBD Kabupaten Kuantan Singingi, sebesar Rp 22.637.294.608,00,”ungkap Kajari Kuantan Singingi.

Mantan Bupati Kuantan Singingi, Sukarmis disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.
Kajari Kuantan Nurhadi Puspandoyo menegaskan pihaknya akan terus mendalami alat bukti terkait dengan keterlibatan pihak lain yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidananya, serta akan segera melakukan tindakan hukum lain yang diperlukan sehubungan dengan penyidikan dimaksud.

Dia juga menegaskan penyidikan atas dugaan korupsi tersebut mengacu pada ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan. Penyidik pidana khusus Kejari Kuantan Singingi bekerja secara profesional dan memegang teguh integritas dalam penyidikannya. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button