Nasional

Lagi, 5 DPO Kejati Papua Barat Berhasil Ditangkap

ADHYAKSAdigital.com –Perburuan terhadap 5 (lima) orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Papua Barat, atas nama P (46), H (40),S (46), kemudian Nur dan Yunus , terpidana perkara perikanan tahun 2019 lalu membuahkan hasil.

Atas kerjasama dan koordinasi yang intens antara Tim tangkap buron Satgas Intelijen Reformasi Inovasi (SIRI) Kejagung, Kejaksaan Tinggi Papua Barat dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, ketiga terpidana yang telah masuk di dalam daftar pencarian orang ini akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan dari persembunyiannya.

“Kamis, 18 April 2024, 5 DPO ini berhasil kita amankan kala berada di suatu tempat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kelimanya dititipkan sementara di sel tahanan Kejari Makassar sebagai tahanan Kejati Papua Barat, selanjutnya akan dilakukan eksekusi,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Dr. Harli Siregar didampingi Asisten Intelijen Kejati Papua, Muhammad Bardan SH.MH kepada ADHYAKSAdigital, Jumat 19 April 2024.

Asintel Muhammad Bardan menerangkan, tiga DPO atas nama P, H dan S diamankan secara bersamaan hari itu pada tempat yang sama. Sedangkan DPO Nur dan Yunus, keduanya diamankan pada tempat yang berbeda.

Saat diamankan, kelima terpidana, masing-masing P, H, S, Nur dan Yunus bersikap kooperatif sehingga proses pengamanannya berjalan dengan lancar. Selanjutnya, kelimanya dititipkan sementara ke Kejari Makassar untuk kemudian diserahterimakan kepada Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

Adapun kasus posisinya menyatakan kelima Terpidana sebagaimana identitas di atas melakukan tindak pidana mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera Indonesia dan melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia yang tidak memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).

Atas perbuatan tersebut kelima Terpidana dijatuhkan pidana penjara selama 7 (tujuh) bulan dan pidana denda sejumlah Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama 1 (satu) bulan.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, guna dilakukan eksekusi demi kepastian hukum. Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan RI, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat bersembunyi yang aman. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button