Nasional

Yulianto Insiasi Anak Telantar Peroleh Status Warga Negara

Kejaksaan Gelar Pasar Murah se Sumsel

ADHYAKSAdigital.com –Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Dr. Yulianto mencanangkan Program Adhyaksa Peduli Anak Umang, anak telantar di Sumatera Selatan untuk memperoleh kartu identitas anak (KIA), Kartu Indonesia Pintar (KIP), kartu Indonesia Sehat (KIS) dan hak-hak lainnya.

Dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Sumsel, satuan kerja Kejaksaan se Sumsel, dan stake holder lainnya, Kajati Sumsel, Yulianto meresmikan Program Adhyaksa Peduli Anak Umang, bertempat di Halaman Kantor Kejati SUmsel, Palembang, Selasa 2 April 2024.

Hari itu juga, Kajati SUmsel Yulianto meresmikan Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah serentak yang di gelar di seluruh satuan kerja Kejaksaan Negeri se Kejati Sumatera Selatan.
“Kejati Sumsel menginisiasi program memfasilitasi sejumlah anak di daerah ini untuk memperoleh dokumen identitas diri sebagai warga negara Indonesia yang sah, akta lahir dan kartu identitas anak. Satuan kerja Kejaksaan Negeri di Sumsel harus mampu mengimplementasikan program positif ini,” ujar Kajati Sumsel, Yulianto.

Pengentasan kemiskinan ekstrem merupakan perintah Presiden kepada kementerian lembaga. Salah satu cara pengentasan kemiskinan ekstrem adalah dengan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat tidak terkecuali kepada anak anak usia sekolah.

Persoalannya, bantuan tidak dapat diberikan apabila anak belum mempunyai akta atau kartu identitas.

Maka Kejaksaan Tinggi bersama seluruh jajaran kejaksaan negeri se Sumatera selatan hadir utk memastikan agar anak-anak kurang mampu atau anak panti asuhan mendapatkan identitas diri dan setelahnya mendorong agar mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Kegiatan ini wujud dari mensejahterakan masyarakat dan menciptakan keadilan sosial khususnya dalam memberikan kepastian legalitas kelahiran dan identitas bagi anak-anak Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan.

Kajati Sumsel Yulianto berharap kegiatan aksi sosial ini dapat memberikan manfaat bagi para penerimanya sehingga menimbulkan rasa kebahagiaan bagi yang mendapatkan bantuan, khususnya anak-anak telantar dan anak yang berasal dari keluarga miskin. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button