Nasional

Kajari OKU Timur Tegaskan Anggotanya Profesional

Klarifikasi Berita Dugaan Pengeroyokan

ADHYAKSAdigital.com –Pelayanan dan penegakan hukum pegawai dan jaksa Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan profesional, berintegritas dan humanis. Bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur, Andri Juliansyah, SH. MH menegaskan bahwa anggotanya dalam menjalankan tugas, khususnya dalam pengawalan dan pengamanan tahanan bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Terkait Berita online yang memberitakan saksi dikeroyok oleh oknum pegawai Kejaksaan Negeri Oku Timur. Saya tegaskan hal itu tidak pernah terjadi. Justru anggota kita menjalankan tugasnya sesuai SOP,” jelas Andri Juliansyah.

Dia menyebutkan, salah satu tahanan bernama Maral Sani Bin M. Alfi akan dibawa ke ruang tahanan, ternyata yang bersangkutan menolak diborgol bahkan memberontak saat hendak dimasukkan ke sel tahanan.

Sehingga oleh petugas pengawalan Kejari Oku Timur dan didampingi oleh petugas Kepolisian dari Polres Oku Timur dilakukan upaya paksa terukur berupa merangkul dan menahan badan bagian depan Maral Sani ini yang hari itu usai menjalani persidangan di pengadilan negeri setempat.

Aksi yang dilakukan anggotanya ini sebagaimana diatur dalam Pasal 8 huruf b Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia No:PER-005/A/JA/03/2013 Tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengawalan dan Pengamanan Tahanan, disebutkan bahwa setiap tahanan yang keluar dari ruang sidang sebagaimana dimaksud pada pasal 8 huruf a, wajib diborgol kembali (Kecuali Tahanan Anak) dan dimasukan kembali ke ruang tahanan pengadilan dengan dikawal oleh pengawal tahanan dan petugas kepolisian.

“Saya tegaskan, berita yang menyebutkan pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum pegawai Kejaksaan Negeri Oku Timur sehingga menyebabkan cakaran dan memar adalah tidak benar dan tidak pernah terjadi,” tegasnya.

Hal ini berdasarkan keterangan dari para saksi yang ada pada lokasi kejadian , yaitu, Bripda M. Azriel (Petugas Pengawalan dari Polres Oku Timur), Rusilah (Petugas Lapas), Jaksa Frans Roito Simalango, S.H., Jaksa Eko Sahputra, S.H., Jaksa Rio Rilo, S.H. (ketiganya merupakan Jaksa yang menunggu antrian sidang), Agit Fernando (Honor Pidum).

“Mereka para saksi ini tidak melihat adanya luka cakar di bagian dada saksi Mahkota Maral Sani bin M. Alfi,” kata Kajari OKU Timur, Andri Juliansyah mengutip keterangan yang disampaikan anggotanya.

Kajari OKU Timur Andri Juliansyah mengakui atas beredarnya pemberitaan ini, pihaknya telah dirugikan dan dapat merusak citra institusi Kejaksaan, khususnya Kejari OKU Timur. “Kita masih mempertimbangkan melaporkan balik kepada para pihak yang telah merugikan kita ini,”tegasnya. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button