Nasional

Pemkab OKU Apresiasi Hadirnya Rumah RJ Kejaksaan

ADHYAKSAdigital.com –Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mendukung Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu membentuk rumah Restoratif Justice di Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Hal ini disampaikan PJ Bupati Ogan Komering Ulu, H. Teddy Meilwansyah, S.STP. MM., M.Pd saat meresmikan 10 (sepuluh) Rumah Restorative Justice (RJ) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Selasa 19 Maret 2024.

Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu meresmikan 10 (sepuluh) Rumah Restorative Justice (RJ), yakni Rumah RJ Kelurahan Kemalaraja, Desa Air Paoh, Kelurahan Talang Jawa, Kelurahan Saung Naga, Desa Kedondong, Desa Peninjauan, Desa Ulak Pandan, Desa Keban Agung, Kelurahan Lubuk Batang dan Rumah RJ Desa Gunung Meraksa.
“Kami apresiasi hadirnya Rumah RJ yang dibentuk Kejari OKU ini. Kami berharap dapat diteruskan untuk kecamatan dan di desa lain di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Kami apresiasi institusi Kejaksaan yang saat ini semakin humanis, khususnya dalam penegakan hukum keadilan restoratif,” ujar Pj Bupati OKU.

Pj Bupati OKU Teddy Meliwansyah mengaku bangga pihaknya ikut serta membantu Kejaksaan dalam penerapan keadilan restoratif, khususunya memfasilitasi Rumah RJ di sejumlah permukiman warga di Kabupaten OKU.

“Rumah perdamaian ini dapat menjadi solusi penyelesaian perkara secara damai, yang melibatkan peran pemerintah daerah.Kami ikut serta menciptakan perdamaian dan suasana kondusif di tengah-tengah masyarakat, khusus dalam masalah hukum yang terjadi yang kerap diakibatkan persoalan sepele dan emosi sesaat antar warga,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri OKU, Choirun Parapat, SH. MH berharap rumah-rumah restoratif justice dapat menjadi tempat bertemu dan mencari titik penyelesaian atas perkara yang terjadi, yang akhirnya tidak sampai perkaranya di tingkat Kejaksaan.

“Restoratif Justice sejatinya merupakan suatu alternatif penyelesaian perkara tindak pidana menggunakan proses dialog dan mediasi antara mereka yang terlibat,” ujar putra daerah asal Pahae, Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini.

Mantan Kajari Sabang, Aceh ini mengatakan, dibentuknya rumah RJ merupakan implementasi dari pelaksanaan Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan berdasarkan Kadilan Restoratif dan Surat Edaran Jampidum No: B-475/E/Es.2/2022 tanggal 8 Februari 2022.
“Rumah RJ ini sebagai tempat pelaksanaan musyawarah mufakat dan perdamaian untuk menyelesaikan masalah/perkara pidana yang terjadi dalam masyarakat sehingga nantinya terwujud kepastian hukum yang lebih mengedepankan keadilan yang tidak hanya bagi tersangka, korban dan keluarganya tetapi juga keadilan, membangun kesadaran hukum masyarakat,” kata alumni Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara ini. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button