Nasional

Gandeng Tokoh Adat, Kejari Muara Enim Launching Ghumah Bedamai RJ

ADHYAKSAdigital.com –Didasari komitmen menghadirkan Kejaksaan Profesional, Berintegritas dan Berhati Nurani, Ahmad Nuril Alam SH.MH sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim terpanggil menghadirkan penegakan hukum humanis.

Penegakan hukum humanis Kejaksaan Negeri Muara Enim terus mengalami peningkatan. Program penerapan hukum Keadilan Restoratif mampu diterima masyarakat pencari keadilan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Guna mendekatkan diri kepada masyarakat, Kejaksaan Negeri Muara Enim memfasilitasi hadirnya Rumah Restorative Justice di tengah-tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Muara Enim. Rumah RJ itu diharapkan menjadi jembatan komunikasi warga dengan Kejaksaan dalam penanganan perkara-perkara pidana umum.

Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim. Ahmad Nuril Alam meresmikan Rumah Restorative Justice atau Rumah Keadilan Restoratif di Desa Bedegung, Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muara Enim, Kamis 29 Februari 2024. Hadir dalam acara tersebut, Kajari Muara Enim Ahmad Nuril Alam, Kasi Pidum Ade Rachmad Hidayat, S.H., M.M., Kasi PB3R Erwan Mardiansyah, S.H., M.H., Kasi Datun Deni Alfianto, S.H., Camat Panang Enim Mei Fajar Haryadi, S.Sos., Kepala Desa Bedegung Vinauli, para Pemangku Adat Kecamatan Panang Enim, serta seluruh jaksa dan pegawai di lingkup Kejari Muara Enim.
Dalam kegiatan ini dilakukan penandatangan Kesepakatan Bersama antara Kejaksaan Negeri Muara Enim dengan pemangku adat, aparatur desa tentang Koordinasi dan Kerja Sama dalam bidang Penanganan Masalah Hukum/Restorative Justice, Pembinaan dan Penyuluhan Hukum.

Rumah RJ kedua di Kabupaten Muara Enim ini berbeda dari yang pertama di Desa Muara Gula Baru, Kecamatan Ujan Mas.

Kejari Muara Enim memilih Desa Bedegung sebagai lokasi Rumah RJ karena masih kuatnya kearifan lokal di tengah-tengah masyarakat. Dengan melibatkan para tokoh/pemangku adat, Rumah RJ ini diberi nama Ghumah Bedamai agar menyesuaikan dengan masyarakat sekitar yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal.

Kajari Muara Enim Ahmad Nuril Alam mengungkapkan alasannya menggandeng para tokoh adat, karena sejatinya keadilan restoratif sudah berkembang dan hidup sejak ribuan tahun lalu di masyarakat dengan tokoh-tokoh adat di dalamnya.

“Karena musyawarah mufakat itu sudah berkembang di tengah masyarakat kita, hari ini Kejari Muara Enim melegalkan kearifan lokal, perdamaian dan musyawarah itu melalui namanya Ghumah Bedamai ini,” ungkap Kajari.

Kajari menjelaskan, pada hakekatnya banyak perkara pidana yang bisa diselesaikan dengan cara non-litigasi atau dengan musyawarah tidak sampai ke pengadilan. “Inilah rumah yang kami harapkan memiliki manfaat yang efektif untuk menjaga perdamaian, keadilan restoratif di wilayah Kecamatan Panang Enim ini,” jelasnya.

Meskipun demikian, menurut Kajari, Ghumah Bedamai ini tidak akan berfungsi dengan baik tanpa adanya dukungan dari camat, kepala desa, tokoh masyarakat dan tokoh adat, 

“Nantinya secara periodik kita akan berkunjung untuk memfungsikan Ghumah Bedamai ini dengan baik dan sesuai visi misi Kejaksaan yang selaras dengan asas pidana sebagai sarana terakhir (ultimum remedium),” pungkasnya.

Ditambahkan oleh Kasi Pidum Ade Rachmad Hidayat selaku Panitia Pelaksana Peresmian Rumah Restorative Justice Kejari Muara Enim, bahwa peresmian rumah RJ ini merupakan implementasi dari Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020. 

“Harapan kami Rumah RJ ini dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan perkara di luar persidangan,” imbuhnya. Sementara itu, Camat Panang Enim Mei Fajar Haryadi, S.Sos. menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kejari Muara Enim atas telah diresmikannya Ghumah Bedamai ini.

“Ghumah Bedamai ini kami harapkan ke depan, artinya begitu ada masalah di masyarakat, selagi yang masalah kecil itu cukup diselesaikan di Ghumah Bedamai ini,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat tidak harus jauh-jauh untuk menyelesaikan perkara sehingga damainya cukup di Ghumah Bedamai. “Apalagi yang kira-kira tindak pidananya kecil, lebih baik kita kembalikan ke asal, musyawarah mufakat, untuk menyelesaikan masalah yang ada,” tuturnya.

Dirinya berharap agar Ghumah Bedamai ini dapat dijaga bersama-sama agar dapat difungsikan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Anang Sari Hasyim selaku salah satu Pemangku Adat Eks Marga Panang Sangang Puluh Kecamatan Panang Enim, mengapresiasi atas diresmikannya Ghumah Bedamai Keadilan Restoratif Kejari Muara Enim di Desa Bedegung.

“Harapan kami Ghumah Bedamai ini berjenjang dari masa ke masa harus terus berjalan. Kami harapkan juga adanya pembinaan ke masyarakat lebih diutamakan,” ujarnya. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button