Nasional

Kejari OKU Musnahkan Barang Bukti Perkara Inkrah

ADHYAKSAdigital.com –Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Pemusnahan itu digelar di Halaman Kantor Kejari OKU, Baturaja, Rabu 6 Desember 2023.

Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Choirun Parapat SH.MH memimpinn langsung kegiatan pemusnahan barang bukti perkara pidana hari itu. Dia didampingi sejumlah udangan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu dalam kegiatan hari itu.

Ada ratusan barang bukti yang dimusnahkan, mulai dari senjata tajam, telepon seluler, alat hisap sabu, ganja, sabu-sabu, ekstasi dan barang bukti sitaan tindak pidana lainnya.
Kepala Kejaksaan Ogan Komering Ulu Choirun Parapat menegaskan pemusnahan barang bukti yang dilakukan hari itu telah sesuai dengan Pasal 270 KUHP tentang putusan pengadilan yang telah memperoleh hukum tetap atau inkrah dilakukan oleh Jaksa.

“Barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang bukti yang telah inkrah sejak bulan Agustus hingga Desember Tahun 2023,” Ujar Kajari Ogan Komering Ulu Choirun Parapat didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan, Pajri Aef Sanusi kepada ADHYAKSAdigital.

Dia menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan pemusnahan barang bukti pada hari itu merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Kejari OKU khususnya terkait dengan fungsi pelaksanaan kewenangan Penuntut Umum sebagai Eksekutor dalam perkara Tindak Pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (Incraht).

“Pemusnahan barang bukti dengan cara pembakaran dan kemudian memblender barang bukti sabu sehingga larut dan tidak bisa digunakan lagi, dan diakhiri dengan penandatangan Bersama Berita Acara Pemusnahan yang disaksikan para undangan,” terangnya.

Kasi PB3R Pajri Aef Sanusi menerangkan ada sekitar 67 perkara yang telah inkrah, yakni,perkara pidana Narkotika dan Zat Adiktif sebanyak 27 perkara terdiri dari sabu 7,652 Gram, Pil Extacy 0,9751 gram, Hp 13 unit, pakaian 9 lembar dan barang lainnya 2 buah.

Kemudian, perkara pidana terhadap orang dan harta benda (pencurian, penganiayaan, pembunuhan dan penipuan serta lainnya) sebanyak 28 perkara terdiri dari senjata tajam 5 bilah, pakaian 14 lembar dan barang lainnya 4 buah. Selanjutnya, perkara pidana terhadap keamanan negara, ketertiban umum dan tindak pidana lainnya (Minyak dan Gas bumi, Perjudian, senjata tajam dan senjata api, pencabulan, KDRT dan lainnya) sebanyak 12 perkara terdiri dari HP 7 unit dan senjata tajam 3 bilah.
Kajari OKU mengajak seluruh warga masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu untuk bersama-sama menjaga lingkungannya untuk bebas dari narkoba, khususnya generasi muda di daerah tersebut. “Mari kita bersama menjauhi dan memerangi narkoba sehingga lingkungan kita bebas dari narkoba,” pesan Parapat, putra asal Pahae Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini

Acara hari itu turut dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Baturaja dalam hal ini diwakili Panitera Alidin, S.H.,M.H, Kasat Narkoba diwakili Kanit Narkotika Hendrik, PLH Kasat Reskrim Deddy Iskandar, Kepala Rupbassan Palbeb Manurung, Dinas Kesehatan Kab OKU diwakili Benny Casenda. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button