Nasional

Gandeng Aktor Ari Wibowo, Kejari Karawang Ajak Pelajar Budayakan Anti Korupsi

ADHYAKSAdigital.com –Komitmen Kejaksaan bermanfaat bagi pemerintah dan warga tidak semata-mata jargon belaka. Berbagai peran kerap diaktualisasikan, bertujuan warga dan aparaturnya melek hukum dan menjauhi hukuman. Terlebih dalam upaya penegakan hukum humanis dan pemberantasan korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Jawa Barat, Syaifullah SH.MH mengajak semua pihak untuk terus menggalakkan budaya anti korupsi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pasalnya, korupsi telah menjadi masalah serius dan menjadi ancaman terhadap prinsip-prinsip demokrasi.

“Sudah seharusnya pelajar dan kaum milenial menjadi duta kampanye anti korupsi disemua lini kehidupan, khususnya di Kabupaten Karawang,” pinta Kajari Karawang Syaifullah di hadapan ratusan pelajar SMA Negeri 5 Karawang, Rabu 6 Desember 2023.
Hari itu, Kejari Karawang sengaja mengunjungi sekolah ini dalam rangka penyuluhan hukum semarak Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 9 Desember , yang setiap tahunnya diperingati bertujuan membangun budaya anti korupsi dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pelayanan publik oleh aparatur pemerintahan.

Menggandeng aktor kenamaan, Ari Wibowo, Kejari Karawang mengajak pelajar membudayakan kehidupan sehari-hari bebas korupsi, terutama dalam praktik sederhana selama berstatus pelajar, budaya jujur dan disiplin. Selain itu, Kejari Karawang juga mengingatkan pelajar untuk sadar hukum dan menjauhi hukuman, khususnya dalam bahaya narkoba dan penggunaan media sosial.
Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Syaifullah, Kasi Pidsus Tri Yulianto Satyadi, aktor Ari Wibowo, pegawai dan jaksa Kejari Karawang, para guru dan pelajar hari itu diajak turun ke jalanan untuk mengkampanyekan Budaya Anti Korupsi.

Di beberapa titik lampu merah, Kajari Karawang, Syaifullah, Kasi Pidsus Tri Yulianto Satyadi, aktor Ari Wibowo, para guru dan pelajar penuh semangat membagikan sejumlah stiker yang berisikan pesan Budaya Anti Korupsi kepada sejumlah warga yang melintas, baik yang kenderaan umum, kenderaan pribadi maupun pejalan kaki.
“Kontribusi kaum milenial dalam pencegahan perilaku korupsi dapat dimulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga karena di dalam keluargalah budaya anti korupsi dapat ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Syaifullah, pria asal Arek Surabaya ini.

Mantan Kajari Aceh Tenggara ini menuturkan, tindakan korupsi merupakan kejahatan luar biasa, sehingga menjadi masalah serius bangsa. Untuk memerangi korupsi, tidak hanya menjadi tugas penegak hukum, seperti aparat kejaksaan. Namun masyarakat umum, termasuk pelajar harus terlibat aktif dalam upaya pencegahan korupsi.“Saya ajak kenali hukum, jauhi hukuman,” kata dia.
“Upaya pencegahan praktik tindak pidana korupsi gencar kita kampanyekan. Membudidayakan pelayanan tanpa pungutan liar kepada masyarakat dan penggunaan anggaran yang bersumber dari uang rakyat tanpa korupsi harus menjadi komitmen seluruh aparatur dan lembaga negara ,” tegas Syaifullah. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button