Nasional

Choirun Parapat Juru Damai Istri Sah dan Istri Siri Yang Selisih Paham

ADHYAKSAdigital.com –Hati nurani dan memanusiakan manusia kini menjadi doktrin yang digelorakan Kejaksaan RI dalam penegakan hukumnya, khususnya dalam penanganan perkara pidana ringan. Jaksa Agung ST Burhanuddin sebagai “The Father Of Restorative Justice” tanpa kenal lelah mengajak jajarannya untuk berkomitmen menghadirkan penegakan hukum humanis.

Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu, Choirun Parapat SH. MH mampu mewujudkan penegakan hukum humanis dalam penanganan perkara pidana ringan. Hati nurani pria asal Pahae Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini selalu berbicara dalam penegakan hukum humanis Kejari Ogan Komering Ulu.

Pada hari Kamis 23 November 2023, Kajari OKU Choirun Parapat mampu menuntaskan penanganan perkara pidana ringan, tindak pidana penganiayaan jajaran pidana umum, mengusulkan perkara pidana ringan penganiayaan itu untuk dihentikan penuntutannya ke Jaksa Agung.
“Hari ini kita menyelesaikan pemberkasan perkara pidana ringan, tindak pidana penganiayaan, melanggar Pasal 351 KUHP. Gelar perkara pengusulannya akhirnya disetujui pimpinan, dengan disaksikan langsung Kajati Sumsel, Yulianto,” ujar Kajari OKU, Choirun Parapat kepada ADHYAKSAdigital, Kamis 23 November 2023.

Kajari OKU Choirun Parapat menjelaskan, tindak pidana penganiayaan itu terjadi bermula adanya perselisihan antara seorang perempuan dengan perempuan lainnya. Keduanya merupakan istri dari seorang pria warga setempat. NUR sebagai istri sah dari HER. Sedangkan NOV sebagai istri siri dari HER. Kedua perempuan ini terlibat cekcok kala tengah berada di warung milik suami mereka.
Entah siapa yang memulai keributan, keduanya saling ejek. NOV, istri sirih tersinggung dan tak mampu menahan emosi. Dia sekenanya mengambil tempat penyimpanan botol (krat) dan ember, dia melemparkannya ke arah NUR istri sah dari suaminya HER. Tempat penyimpanan botol (krat) itu rupanya mengenai kaki NUR. Sedangkan ember mengenai wajah NUR. Seketika itu NUR terjatuh ke lantai.

Mendapati dua perempuan yang tengah ribut, NUR, istri sah dan NOV, istri siri, warga yang berada di warung berupaya melerai. Hal ini pun dilakukan HER, dia melerai kedua istrinya itu dan menghentikan keributan yang ada.
NUR tidak terima atas peristiwa yang terjadi di warung milik suaminya itu. NUR mendatangi kantor kepolisian setempat dan melaporkan kejadian yang dialaminya itu. NOV, si istri siri pun diproses hukum. Dia dijadikan tersangka atas dugaan tindak pidana penganiayaan, yang melanggar Pasal 351 KUHP.

Seiring waktu, proses hukum perkara ini dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu di Baturaja, Sumatera Selatan. Choirun Parapat , alumni Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara ini sebagai Kepala Kejaksaan Negeri OKU menjadi juru damai bagi warga setempat, istri sah dengan istri siri yang tengah berselisih paham. Mantan Kajari Sabang, Aceh ini mampu mengimplementasikan penegakan hukum humanis Kejaksaan RI. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button