Nasional

Lewat Si Jampang, Kejari Muara Enim Peduli Petani

ADHYAKSAdigital.com –Komitmen dan kepedulian Ahmad Nuril Alam SH.MH terhadap petani di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan patut diparesiasi. Lewat aplikasi Sistem Informasi Jaksa Sahabat Pangan (Si Jampang), sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim, Ahmad Nuril Alam mengimplementasikan keberpihakannya terhadap petani.

Bertempat di persawahan milik petani, di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Selasa 21 November 2023, Aplikasi Si Jampang Kejari Muara Enim diluncurkan. Kajari Muara Enim, Ahmad Nuril Alam disaksikan sejumlah petani, kepala desa, unsur Forkompimda, aplikasi ini diluncurkan guna membantu para petani dalam produksi hasil pertaniannya, khususnya dalam ketersediaa pupuk.

“Melalui Sistem Informasi Jaksa Sahabat Pangan (Si-Jampang), Kejari Muara Enim berkomitmen dalam menjaga dan mengawal kebutuhan Pupuk Subsidi untuk para petani di Kabupaten Muara Enim. Aplikasi Si Jampang berisi kanal-kanal untuk informasi maupun konsultasi hukum terhadap petani,” ujar putra Jawa Timur ini.
Dalam launching Aplikasi Si-Jampang ini, Kejari Muara Enim melibatkan berbagai pihak yang berkaitan dengan Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), di antaranya Unsur TNI-Polri, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP), Dinas Perdagangan, Dinas Kominfo dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Program ini terinspirasi dari Jaksa Sahabat Pangan yang telah dilaunching beberapa waktu lalu oleh Kejari Muara Enim bersama para petani di Kecamatan Semende.
Kajari Muara Enim menyampaikan bahwa dirinya yang lahir dan besar di sawah merupakan anak dari seorang petani, sehingga memiliki kepedulian lebih untuk berupaya meningkatkan kesejahteraan petani.

Kajari mengatakan ketika kita bicara Jaksa Sahabat Pangan, maka dari Kejaksaan memiliki pesan direktif dari Bapak Jaksa Agung, agar mempunyai kontribusi kepada pemerintah daerah, khususnya kaum petani terkait dengan kedaulatan pangan dalam menjaga inflasi daerah ,

“Kita pahami bahwa ketika bicara kedaulatan negara, itu tidak lepas dari namanya kedaulatan pangan, hari ini kondisi itu tidak cukup ideal antara kebutuhan pangan dengan jumlah populasi penduduk yang masih tidak berimbang, termasuk kaitan dengan jumlah pupuk subsidi,” katanya.

Dia mengatakan, ketika bicara pupuk subsidi, saat ini pengawasannya masih menggunakan cara-cara manual dan konvensional, turun ke lapangan dengan anggaran terbatas.
“Itu tidak ideal dan tidak efektif dalam melakukan pengawasan pupuk subsidi. Bagaimana kita bisa memformulasikan pengawasan ini dengan tepat dan baik kalau anggaran sangat terbatas,” katanya.

Bahkan, sambung Kajari, dalam setahun mungkin baru tiga kali untuk mengecek pupuk yang disalurkan tepat sasaran.
“Jadi sangat tidak ideal dengan distribusi dan kebutuhan pupuk subsidi di Kabupaten Muara Enim yang terdiri dari 22 Kecamatan, 245 Desa dan 10 Kelurahan ini,” sambungnya.

Kajari pun merasa miris di Kabupaten Muara Enim yang sangat dekat dengan produsen pupuk, tapi pupuk masih langka dan harganya tinggi.
“Inilah yang semakin menggerakkan hati saya, jangan kita seperti ayam mati di lumbung padi, pupuk kadang-kadang tidak dapat, masih langka, ada pun harganya juga tinggi, agak naik dan seterusnya,” ujarnya.

Menurut Kajari, pengawasan pupuk subsidi selama ini masih secara manual, belum ada aplikasi mencakup yang memudahkan. Dengan adanya Aplikasi Si-Jampang ini, nantinya pengawasan bisa dilakukan secara real-time melalui handphone android.
“Ayo kaum petani, kita semangat sebagai pendekar-pendekar kedaulatan pangan Muara Enim sesuai dengn moto si Jampang,” pintanya.

Kepala Dinas TPHP Muara Enim H. Ulil Amri sangat mengapresiasi program Aplikasi Si-Jampang yang diinisiasi oleh Kajari Muara Enim.
“Memang benar aplikasi ini sangat diperlukan sebenarnya di zaman yang sudah digitalisasi, di mana seluruh kegiatan-kegiatan itu bisa secara cepat kita input dan sebagainya.

Kalau sebelumnya untuk pupuk subsidi ini panjang memang kegiatannya di lapangan, berkaitan dengan penyaluran pupuk kepada kelompok tani,” ujar Ulil.
Ulil mengungkapkan, penyaluran pupuk kepada petani bukan merupakan hal yang mudah, karena banyak kendala maupun hambatan, baik internal maupun eksternal di lapangan.

“Petani kadang-kadang merasa sulit mendapatkan pupuk, dirugikan karena banyak pupuk yang palsu, bercampur dan sebagainya atau bahkan pupuknya kadang-kadang berkurang,” ungkapnya.
Menurutnya, yang lebih bahaya adalah pupuknya palsu, itu sayang sekali. Karena pupuk ini sangat diperlukan bagi tanaman untuk mempercepat pertumbuhan, pembuahan dan sebagainya.

“Kalau pupuknya palsu, menyebabkan terjadinya pertumbuhan tanaman kurang, produksinya kurang, sehingga merugikan petani pendapatannya juga berkurang,” tuturnya.
Ulil berharap dengan adanya program Kajari Muara Enim ini, bisa meningkatkan kewaspadaan, deteksi dini terhadap pengawasan penyaluran pupuk subsidi hingga memonitor apa yang menyebabkan kendala di lapangan.
“Mudah-mudahan program ini bisa bertahan lama dan diterapkan secara langsung, bukan hanya program saja tapi harus bisa diaplikasikan di lapangan, petani bisa memanfaatkan ini sebagai alat untuk memonitor pupuk subsidi maupun kegiatan-kegiatan yang lain,” pungkasnya.

Senada disampaikan Fitriansyah selaku Pengurus Gapoktan Sumber Harapan Desa Tanjung Jati, dirinya sangat mengapresiasi dengan adanya Aplikasi Si-Jampang ini.
“Karena kami selaku masyarakat petani jadi bisa wanti-wanti masalah pupuk subsidi ini. Jangan sampai kami bergerak ini untuk kepentingan masyarakat, karena kesalahan yang tidak kami ketahui, imbasnya dengan kami, itu yang kami antisipasi,” ujarnya.

Kajari Muara Enim Ahmad Nuril Alam saat itu didampingi Kasi Datun Deni Alfianto, S.H. beserta Jaksa dari Seksi Datun, Kasi Intelijen Anjasra Karya, S.H, M.H, Kasi Pidum Ade Rachmad Hidayat, S.H,M.M, Kasi Pidsus Willy Pramudya S.E, S.H, Kasi BB Erwan Mardiansyah, S.H, M.H, beserta jaksa seksi Intelegen dan seksi Datun. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button