Nasional

Rp.3,8 M, Kejari Lebak Pulihkan Kerugian Keuangan Negara

ADHYAKSAdigital.com –Penegakan hukum Kejaksaan Negeri Lebak, Provinsi Banten dalam penanganan perkara tidak pidan korupsi patut diapresiasi. Apa gerangan?

Selain memidana pelaku korupsi, Kejari Lebak dibawah asuhan Mayasari SH.MH ini juga berhasil memulihkan kerugian keuangan negara atas perkara korupsi dengan pengembalian kerugian keuangan negara.

Kejari Lebak menerima penyerahan sejumlah uang dari terpidana Ratu Lilis Karyawati, sebesar Rp.3,8 miliar,perkara korupsi proyek sodetan Cibinuangeun Tahun 2011, Rangkasbitung, Senin 13 November 2023.
“Penyerahan uang pengganti atas perkara tindak pidana korupsi pembangunan sarana dan prasaranasodetan di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, tahun anggaran 2011,” kata Kajari Lebak Mayasari didampingi Kasi Pidana Khusus, Akhmad Fakhri kepada ADHYAKSAdigital, Selasa 14 November 2023.

Fakhri menjelaskan, Lilis saat itu didakwa pidana penjara selama 8 tahun 6 bulan dan denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan, diganti pidana penjara selama 6 bulan.

Selain itu, terdakwa Lilis dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 5,6 miliar. Apabila tidak dibayarkan, diganti pidana penjara selama 3 tahun. “Kondisinya saat ini, terpidana sudah menjalani pidana penjara pokok selama 8 tahun 6 bulan,” tuturnya.

Ratu Lilis Karyawati, merupakan adik tiri Ratu Atut Chosiyah.Dia mengembalikan uang pengganti Rp 3,8 miliar terkait korupsi proyek sodetan Cibinuangeun tahun 2011. Lilis sedianya dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 5,6 miliar.

Namun dia sudah menjalani pidana subsider uang pengganti selama 9 bulan 27 hari sehingga uang penggantinya berkurang menjadi 3,8 miliar.

“Saat ini status terpidana menjalani pidana subsider uang pengganti selama 9 bulan 27 hari. Dari total uang pengganti yang dibebankan sebesar Rp 5 miliar tadi dan setelah dikurangi dari hasil yang
bersangkutan menjalankan pidana penjara, hari ini menyerahkan uang pengganti sebesar Rp 3.837.946.600,” jelasnya.

Untuk diketahui, perkara ini terjadi pada 2011. Kasus bermula saat Ratu Lilis yang juga Direktur CV Tunas Mekar Jaya Utama mengambil alih proyek sodetan Cibanuangeun bernilai Rp 19 miliar dari PT Delima
Agung Utama sebagai pemenang lelang, tanpa melalui prosedur subkontrak.

Di tengah jalan, proyek tersebut mengalami kebocoran anggaran yang mengalir ke kantong pribadi Ratu Lilis. Atas kasus ini, Ratu Lilis yang juga adik tiri eks Gubernur Banten Ratu Atut diadili. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button