Basuki Raharjo Tanpa Kenal Lelah Kawal Marwah Kejaksaan

ADHYAKSAdigital.com –Bagi insan pers di lingkungan kerja Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel), Pangkal Pinang, nama Basuki Raharjo sangat familiar.
Kesehariannya selalu berinteraksi dengan para jurnalis, masyarakat awam, ulama, akademisi, organisasi sosial, organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, mahasiswa dan elemen lainnya.
Sebagai Kepala Seksi Penerangan Hukum pada Kejati Babel, sosok pria tambun ini diberi tanggung jawab sebagai Mata, Teliga dan Lidah ADHYAKSA,menjaga, mengawal dan merawat marwah Kejati Babel.
Basuki Raharjo tanpa kenal lelah sebagai penyangga atas berbagai serangan kritik dari berbagai personal maupun elemen masyarakat atas kinerja Kejati Babel dan Kejari se Provinsi Kepulauan Babel.
Sebagai Kasi Penkum, Basuki Raharjo diberi amanah dalam menciptakan dan merawat kepercayaan masyarakat, khususnya dalam mengawal dan menyajikan publikasi kinerja. Pemberitaan-pemberitaan yang disajikan media sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Kejaksaan.
Atas totalitas dan dedikasinya itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung , Ketut Sumedana mengapresiasi dan mengganjar penghargaan terhadap kinerja bidang Penkum Kejati Babel.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana mengaku terbantu atas publikasi kinerja satuan kerja Kejaksaan RI di Provinsi Bangka Belitung selama ini. Ketut secara khusus mengapresiasi kinerja bidang Penerangan Hukum Kejati Babel.
“Bangga atas kinerja Kasi Penkum Kejati Babel selama ini dalam publikasi kinerja dalan merawat Public Trust. Tanggung jawab dan komitmennya sebagai Humas Kejaksaan dalam merawat Public Trust patut diacungi jempol,” ujar Ketut Sumedana di sela Workshop Kehumasan dengan tema “Penguatan Peran Tenaga Humas Kejaksaan dalam rangka Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat, Jakarta, Kamis 9 November 2023.
Dalam penuntupan Workshop ini, Penkum Kejagung menobatkan bidang Penkum Kejati Babel sebagai salah satu satuan kerja yang produktif, inovatif dalam pemanfaatan media digital, publikasi dan pelayananan informasi publik.
“Saya sebagai benteng penjaga lembaga Kejati Babel dari berbagai kritik. Saya harus mampu mengelola, mengantisipasi dan memberikan solusi atas beragam informasi negatif tentang personil maupun kinerja Kejati Babel dan Kejari se wilayah hukum Babel. Saya dituntut untuk tanggap atas beragam informasi tentang Kejaksaan baik itu dukungan maupun kritikan,” tutur Kasi Penkum Basuki Raharjo. (Felix Sidabutar)




