Nasional

17 Tahun Diuber, Kejari Jakarta Pusat Amankan AR

ADHYAKSAdigital.com –Perburuan terhadap sejumlah orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tiada henti dilakukan tim tangkap buron (Tim Tabur) bidang intelijen Kejaksaan RI. Para DPO itu satu-persatu berhasil diamankan dari persembunyiannya.

Slogan tiada aman bagi para buronan kembali direalisasikan tim tangkap buron (Tim Tabur) intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Kali ini, buronan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat berhasil diamankan tim tabur dari persembunyiannya., Kamis 9 November 2023.

“Tim Tabur Kejagung dan Kejari Jakarta Pusat berhasil mengamankan DPO atas nama terpidana Ahmad Riyadi di daerah Melawai Blok M, Jakarta Selatan, Kamis 9 November 2023, sekira pukul 22.00 WIB,” terang Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Dr. Safrianto SH.MH kepada ADHYAKSAdigital, Jumat 10 November 2023.

Kajari Jakarta Pusat Safrianto menjelaskan, Ahmad Riyadi merupakan DPO asal Kejari Jakarta Pusat dalam perkara tindak pidana korupsi deposito berjangka milik PT. Jamsostek yang kini berubah nama BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2006 lalu. Sejak tahun 2006, terpidana telah dimasukkan dalam DPO Kejari Jakarta Pusat.

“Selama beberapa tahun DPO ini kita uber untuk kita eksekusi hukumannya Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung R.I No. 1437K/ Pid.Sus/2016 tanggal 30 Novmber 2016 jo Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No.05/PID/TPK/2012/PT.DKI tanggal 26 April 2016 jo Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No.78/Pid.Sus/TPK/2015/PN.JKT.PST tanggal 18 Desember 2015,” ujar Kajari Safrianto.

Berdasarkan Putusan Kasasi MA ini, terpidana dihukum penjara 10 (sepuluh) tahun kurungan badan. Kemudian, menghukum terpidana dengan hukuman denda sebesar Rp.1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) subsidiair selama 6 (enam) bulan kurungan.
Menghukum terpidana dengan pidana tambahan yaitu membayar uang pengganti sebesar Rp25.000.000.000,- (dua puluh lima milyar rupiah) dengan ketentuan jika Terpidana tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut dan jika Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka dipidana dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun.

Pada saat diamankan, DPO Kejari Jakarta Pusat ini bersikap kooperatif sehingga proses pengamanannya berjalan dengan lancar. Selanjutnya, Ahmad Riyadi dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk periksa kesehatannya. Terpidana selanjutnya ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Alumni Fakultas Hukum USU, Medan ini menguraikan perkara pidana korupsi itu berkaitan dengan uang senilai Rp.200 miliar milik PT.Jamsostek yang dimasukkan ke dalam deposito berjangka pada tahun 2006 lalu ke PT.Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan. “Hanya saja, uang itu tidak seutuhnya disetorkan dalam deposito berjangka dimaksud. Uang ternyata dibagi-bagi para pihak yang terlibat, salah satunya Ahmad Riyadi, selaku perantara,” terangnya. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button