Nasional

Hadiman, Mantan Aktor Pilih Jalan Sebagai Jaksa Demi Tegaknya Hukum

ADHYAKSAdigital.com –Masa kanak-kanak memang masa penuh impian. Beragam cita-cita terbersit saat itu, mulai bercita-cita jadi Presiden, Aparat Hukum, Polisi, Tentara, Jaksa, Hakim, Pengacara, Menteri, Politisi, Pengusaha, Artis, Pilot, Astronot dan beragam profesi lainnya.

Demikian halnya dengan Hadiman Gusti Beruh. Bocah ini juga memiliki cita-cita mulia. Sebagai anak dari keluarga suku Alas di Kabupaten Aceh Tenggara saat itu, sang bocah menyaksikan beragam profesi dalam pertumbuhan masa kanak-kanaknya hingga dewasa.

Seiring waktu proses pertumbuhan dan pengalaman semasa sekolah hingga meraih gelar sarjana, Hadiman yang saat itu seorang pria gagah dengan gelar sarjana hukum melekat di belakang namanya justru memilih jalan lain untuk menentukan profesinya kelak.
Seusai menamatkan perkuliahaan dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, Hadiman gamang hendak melakoni pekerjaan apa kelak untuk masa depannya.

Pasalnya, dunia peran pernah dilakoni Hadiman. Bahkan membuat dia terkenal sebagai artis kenamaan kala itu. Banyak film yang sudah diperankannya, bahkan Hadiman sebagai model iklan beragam produk.

Pria asal Aceh Tenggara ini pernah pemain FTV, seperti Cermin Kehidupan yang ditanyakan Trans7 sebanyak 35 episode. Kemudian, FTV Harta Tahta Wanita ditanyangkan di SCTV. Sinetron Tukang Bubur Naik Haji di RCTI.
Beragam judul film yang pernah ditayangkan di Biokop seluruh Indonesia seperti Film Suangi dan Flim Hitam Putih Keadilan dan beragam judul film lainnya.

Di komunitas artis nasional, nama Hadiman cukup dikenal. Dia bahkan tercatat sebagai anggota Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Dia bergaul dengan banyak tokoh-tokoh seniman dan artis nasional.

Namun, dunia peran itu harus rela ditinggalkannya demi meraih mimpinya sebagai Aparat Penegak Hukum di Kejaksaan RI. Dengan keteguhan hati dan optimis, Hadiman melangkah pasti mengajukan lamaran CPNS di lingkungan Kejaksaan RI.

“Dunia seni peran saya lakoni saat kuliah di UMSU Medan, berawal aktif di komunitas teater. Beragam panggung cerita dan film menempatkan saya sebagai aktornya. Saya totalitas menjalaninya sebagai pemain teater dan film. Honornya lumayan untuk kebutuhan hidup,” tutur Hadiman dalam obrolannya dengan CEO ADHYAKSAdigital, Felix Sidabutar beberapa waktu lalu.

Keberuntungan berpihak kepadanya, anak muda ini diterima sebagai CPNS Kejaksaan RI pada tahun 2000 lalu. “Saya memilih jalan sebagai jaksa karena saat kuliah dulu saya bercita-cita ingin menegakkan hukum,” aku alumni Pasca Sarjana Universitas Jaya Baya Jakarta ini.

Kini, Hadiman menapaki karir dengan jabatan sebagai Asisten Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat di Padang. Hadiman adalah sosok pejabat Kejaksaan yang “Low Profile”.

Dengan beragam pengalaman bertugas di sejumlah daerah, Suami dari Nurlela ini mampu menjalani pekerjaannya itu dengan penuh tanggung jawab dan profesional.

“Begitu besarnya godaan di setiap pekerjaan yang kita lakoni, khususnya godaan materi, saya selalu berprinsip materi tidak bisa membeli kebahagiaan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk berubah menjadi seseorang yang low profile,” ucap mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Jaya Baya Jakarta ini.
Mantan Kajari Mojokerto, Jawa Timur ini mengaku memiliki motto hidup mengalir apa adanya,khususnya capaian kariernya. “Saya selalu berusaha mengadi sebagai pegawai kejaksaan yang profesional dan berintegritas. Amanah institusi dan pimpinan berusaha saya jaga dan rawat, khususnya dalam penempatan jabatan. Dimana pun di tempatkan, saya harus menjalaninya dengan sungguh-sungguh,” ucap bapak 3 anak ini.

Kejaksaan kini peroleh “Public Trust”, bagi Hadiman menjadi beban moral agar Public Trust itu tetap terawat. Hadiman mengakui besarnya peran media dalam menyiarkan kinerja positif Kejaksaan selama ini.

“Sesuai dengan visi dan misi Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kejaksaan hari ini hingga esok adalah lembaga penegakan hukum yang profesional, berintegritas dan berhati nurani. Setiap personil Kejaksaan, pegawai dan jaksa dituntut untuk berkomitmen terhadap visi dan misi tersebut,” sebut mantan Kajari Kuantan Singingi ini. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button