Nasional

Lewat Rumah RJ, Warga Yang Berselisih Bersepakat Damai

ADHYAKSAdigital.com –Kehadiran Rumah Restorative Justice Kejaksaan Negeri Lebak, Banten mampu memberikan solusi atas perselisihan tapal batas desa, Desa Kanekes Baduy, Kecamatan Leuwidamar, dengan Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten.

Kepala Kejaksaan Negeri Lebak, Mayasari SH.MH mampu memfasilitasi perselisihan tapal batas kedua desa itu lewat mediasi dan musyawarah, sehingga menghasilkan kesepakatan kedua belah pihak.

Lewat Rumah RJ, Kejaksaan hadir untuk saluran aspirasi dan konsultasi hukum. Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum memberikan informasi dan rekomendasi atas persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.

Sengketa tapal batas menemukan titik terang setelah Kejaksaan Negeri Lebak turun tangan. Warga sepakat menyelsaikan persoalan tapal batas dengan pengukuran ulang dan dipasang patok oleh BPN Lebak.

“Alhamdulillah, persoalan tapal batas Desa Suku Baduy dengan warga Desa Cirinten telah ada titik terang. Selasa 24 Oktober 2023 lalu, kedua belah pihak telah sepakat akan mematuhi hasil pengukuran tapal batas oleh BPN Lebak,” ujar Kajari Lebak, Mayasari kepada ADHYAKSAdigital, Kamis 26 Oktober 2023.

Permasalahan batas Desa Adat Baduy dengan Desa Cibarani merupakan permasalahan yang sudah berlangsung lama dan tidak menemukan hasil yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Namun, permasalahan tersebut kemudian difasilitasi melalui program Rumah Restorative Justice Kejaksaan Negeri Lebak yang bersinergi dengan masyarakat adat dan kasepuhan secara kontinyu di setiap tahapan, sehingga bisa menemukan titik terang.

Kajari Lebak, Mayasari mengaku bangga atas sengketa antar warga ini mampu peroleh solusi, masing-masing pihak saling toleransi dan menghargai kesepakatan yang sudah disepakati atas tapal batas desa mereka.

“Kalau ada salah satu pihak yang tidak mau didamaikan, tentu tidak bisa kita paksakan. Namun kita sebagai penegak hukum, tugasnya adalah memberi penyadaran tentang proses penegakan hukum dimana masalahnya bisa diselesaikan dan adanya kepastian hukum. Tujuan penegakan hukum tidak hanya kepastian, keadilan dan kemanfaatan, namun juga harus ada kedamaian,” ujar Kajari Mayasari. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button