Nasional

Lagi, Kejari OKU Peduli Stunting

ADHYAKSAdigital.com –Masih ditemukannya sejumlah balita dan anak di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan kekurangan asupan makanan yang bergizi dan berakibat pertumbuhan anak yang kurang sehat dan melemah (stunting) memantik keprihatinan Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Lewat Program Adhyaksa Peduli Stunting, Kejari OKU gencar turun ke basis-basis permukiman warga yang rawan stunting dengan satu tekad, penyakit stunting ini bebas dari masyarakat. Kali ini, kegiatan peduli stunting di laksanakan di Puskesmas Sekar Jaya, Baturaja, Kamis 10 Oktober 2023.

Kepala Kejaksaan Negeri OKU, Choirun Parapat SH.MH menerangkan kegiatan yang mereka fasilitasi hari itu merupakan aksi keterlibatan Kejaksaan yang hadir ditengah-tengah kehidupan masyarakat, khususnya dalam mendukung masyarakat yang sehat di Kabupaten Ogan Komering Ulu, terutama bagi ibu-ibu, balita dan anak.
Kejari OKU, Choirun Parapat menjelaskan, berdasarkan data yang didapat Stunting di Kabupaten OKU mengalami penurunan 10,3 persen. Data ini diperoleh dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SGGI) tahun 2022 yang dilakukan PuslitbangKes Kemenkes RI. “Balita dan anak di Kabupaten OKU harus tercukupi dengan asupan makanan bergizi. Sehingga tumbuh kembangnya normal dan sehat,” tutur Choirun Parapat didampingi Ketua IAD Kejari OKU, Ny. Cherdina Parapat.

“Diharapkan dalam kegiatan ini kita bersama-sama peduli, membatu untuk menuntaskan masalah Stunting yang ada di Kab. OKU dan sebagai wujud peran serta Kejaksaan Negeri OKU untuk mengatasi Stunting.Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang dialami oleh balita yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standarnya” ujar Choirun Parapat.

Disebutkan Choirun, penanganan Stunting merupakan program prioritas nasional, karena anak-anak ini merupakan asset bangsa yang harus dipelihara dengan sebaik-baiknya . maka penting bagi orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak ini memperoleh nutrisi yang cukup. Dan diharapkan semua Stakeholder berpartisipasi untuk menekan angka pertumbuhan Stunting di Kabupaten OKU.
Ketua IAD Ny. Cherdina Parapat mengatakan, peran Orang Tua untuk mencegah Stunting juga dipengaruhi aspek perilaku, terutama pada pola asuh yang kurang baik dalam praktek pemberian makan bagi bayi dan balita. Dimulai dari edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja sebagai cikal bakal keluarga, hingga para calon ibu.

Orang tua harus memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin. Calon ibu juga harus memeriksakan kandungan minimal empat kali selama kehamilan
“Para ibu harus melakukan pemeriksaan secara rutin. Pemeriksaan tersebut wajib dilakukan pada masa kehamilan, pasca melahirkan dan 1000 hari pertama anak,” tutur Ketua IAD ini.

“Warga harus lebih meningkatkan kebersihan. Pastikan lingkungan rumah dalam kondisi yang baik dan bersih. Buanglah sampah secara rutin, kuras bak mandi secara rutin,” pesan Ketua IAD Kejari OKU.
Dalam kesempatan tersebut Kejari OKU dan IAD daerah OKU memberikan bingkisan tambahan kepada balita yang terdampak stunting. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri OKU Choirun Parapat,SH.,MH., Kasi Datun Kejari OKU Ajie Martha,S.H., Kepala Dinas Kesehatan OKU Dedy Wijaya,SKM.,MKes., Kepala UPTD Puskesmas Sekar Jaya Siti Nurjanah,SST.MKM., dan Pengurus IAD daerah Kejari OKU. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button