Nasional

Mantan Walikota Kendari Akhirnya Ditahan

ADHYAKSAdigital.com –Sulkarnain Kadir, mantan Walikota Kendari, Sulawesi Tenggara memenuhi panggilan guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan korupsi di Gedung Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Kendari, Rabu 23 Agustus 2023.

Sulkarnain Kadir menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga malam. Penyidik Pidana Khusus Kejati Sultra malam itu juga melakukan penahanan terhadap mantan Walikota Kendari ini.

“Rabu 23 Agustus 2023, Kejati Sultra melakukan penahanan terhadap SK, mantan Walikota Kendari, tersangka dugaan korupsi perizinan minimarket yang diberikan kepada PT. Midi Utama Indonesia (MUI) Tahun 2021,” terang Asisten Intelijen Ade Hermawan dalam keterangan tertulisnya.

Kasus dugaan korupsi ini bermula pada Maret 2021, saat itu PT Midi Utama Indonesia yang merupakan perusahaan pemegang lisensi gerai minikarket Alfamidi tertarik membuka gerai karena melihat Kota Kendari sebagai daerah potensial.
Pihak perusahaan saat itu, mengurus perizinan setelah melakukan pertemuan yang dihadiri oleh mantan Wali Kota Kendari inisial SK, tersangka SM yang merupakan Tenaga Ahli Wali Kota, Manager CSR PT Midi Utama Indonesia inisial A dan tiga pegawai PT Midi Utama Indonesia.

Kasus ini sebelumnya juga menjerat dua tersangka yang saat ini menjadi terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Mereka adalah Sekretaris Daerah Kota atau Sekda Kendari Ridwansyah Taridala yang kala itu menjabat Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan. Selain itu, Tenaga Ahli Tim Percepatan Pembangunan dan Keunggulan Daerah 2021-2022, Syarif Maulana.

Dalam pengembangan dugaan kasus suap yang bergulir di pengadilan sejak 28 Juli 2023 lalu tersebut, penyidik Kejati Sultra kembali menetapkan tersangka. Tersangka baru tersebut adalah Sulkarnain Kadir yang merupakan Wali Kota Kendari Periode 2017-2022.

Dalam penyidikan, ditenggarai peran tersangka SK selaku Wali Kota telah meminta pembiayaan kegiatan pengecatan Kampung Warna-Warni sebesar Rp700.000.000,-(tujuh ratus juta rupiah) kepada Arif Lutfian Nursandl, SE Manager Corcom PT. MUI sebagai imbalan akan diberikannya izin pendirian gerai Alfamart di Kota Kendari.
“Padahal pengecatan Kampung Warna-Warni telah dibiayai dengan APBD Pemerintah Kota Kendari Tahun 2021. Disamping itu SK telah meminta bagian saham 5% dari setiap pendirian toko Anoa Mart yang ada di Kota Kendari, yaitu sebanyak 6 (enam) Toko yang telah beroperasi di kota kendari melalui perusahaanya CV. Garuda Cipta Perkasa,” ungkapnya.

Kemudian, SK selaku walikota meminta pengelola minimarket untuk berbagi keuntungan atas operasional minimarket lewat pembagian saham, dengan kepemilikan saham sebesar 5 persen untuk 6 (enam) gerai minimarket yang dikelola perusahaan. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button