Nasional

Kajari Denpasar Hadiri Sosialisasi KUHP Terbaru

ADHYAKSAdigital.com –Kitab Undang-Undang Hukum Pidana disahkan oleh parlemen DPR RI sebagai produk hukum terbaru pengganti KUHP. Pemerintah pun gencar mensosialisasi KHUP terbaru ini kepada lembaga negara, aparat penegak hukum dan elemen masyarakat luas.

Kementerian Hukum dan HAM sebagi pihak yang diberi tanggung jawab mensosialisasikannya terus bergerak ke seluruh daerah agar KHUP terbaru ini dimengerti dan dipahami sebelum digunakan sebagai azas dan produk hukum dalam praktik penegakan hukum.
Bertempat di Trans Hotel Bali, Denpasar, Rabu 9 Agustus 2023, Menteri Hukum dan HAM, Prof. Yasona Laoly membuka secara resmi Sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP.

Yasona Laoly hari itu mengikutsertakan Direktorat Peraturan Perundang-undangan Prof. Asep Nana Mulayan dan beberapa tokoh nasional sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi hari itu, diantaranya Dr. Yenti Garnasih, Prof.Dr. Topo Santoso, Prof.Dr. Harkristuti Harkrisnowo.
Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Rudy Hartono salah seorang peserta sosialisasi hari itu mengaku terbantu dengan adanya kegiatan sosialisasi KUHP yang difasilitasi Kemenkum HAM.

“Kita sebagai Aparat Penegak Hukum tentunya dituntut untuk memahami dan mengetahui secara rinci seluruh produk hukum yang tertuang di dalam KHUP ini. Sosialisasi hari ini sangat membantu kita untuk paham dan mengerti tentang UU ini,” sebut Kajari Denpasar Rudy Hartono.
Kejaksaan, sebagai lembaga negara bidang hukum tentunya mampu melakukan penyesuaian dalam penerapan produk hukum terbaru yang tertuang didalam KUHP terbaru tersebut.
“Wajah penegakan hukum Kejaksaan kedepannya tentunya berpedoman dengan KUHP terbaru ini. Insan Adhyaksa dituntut untuk terus berkembang dalam keilmuan dan pemahaman ketentuan hukum seiring perubahan dalam produk hukum di era digitalisasi yang terus berkembang,” tutur Kajari Denpasar Rudy Hartono. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button