Nasional

Hati Nurani Rudy Hartono Bebaskan Sopir Prilen

ADHYAKSAdigital.com –“The Father Of Restorative Justice” yang disematkan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin rupanya tidak semata-mata jargon. Pasalnya, penegakan hukum humanis dan berhati nurani telah menjadi budaya yang ditampilkan Kejaksaan di sejumlah satuan kerja di daerah.

Hati nurani dan memanusiakan manusia kini menjadi doktrin yang digelorakan Kejaksaan RI dalam penegakan hukumnya, khususnya penanganan perkara pidana ringan. Jaksa Agung ST Burhanuddin sebagai “The Father Of Restorative Justice” tanpa kenal lelah mengajak jajarannya untuk berkomitmen menghadirkan penegakan hukum humanis.

Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Bali, Rudy Hartono SH, MH mampu mewujudkan penegakan hukum humanis dalam penanganan perkara pidana ringan. Hati nurani Rudy Hartono selalu berbicara dalam penegakan hukum humanis Kejaksaan Negeri Denpasar.
Hati nurani Rudy Hartono sebagai Kajari Denpasar bebaskan seorang tersangka pidana pencurian dari jeratan pidana. Perkara pencurian ini dihentikan penuntutannya lewat penerapan Keadilan Restoratif.

SIP (31), warga Denpasar yang berprofesi sebagai sopir serabutan alias prilen (freelance) nekat mencuri sebuah telepon seluler milik J, salah seorang warga dari salah satu warung kelontong.

Aksi pencurian ini berproses di Kepolisian Sektor (Polsek) Denpasar Utara. SIP ditetapkan tersangka tindak pidana pencurian, yang dipersangkakan melanggar Pasal 362 KUHP.
Seiring waktu, perkara ini bergulir ke tahap pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Denpasar. Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Denpasar Nyoman Bela Putra Atmaja menerima dan meneliti berkas, barang bukti dan tersangka SIP.

Selanjutnya Kasi Pidum Nyoman Bela Putra Atmaja melapor kepada pimpinan. Namun, oleh Rudy Hartoni, selaku Kajari Denpasar meminta tim Pidum melakukan upaya perdamaian bagi kedua orang yang berperkara ini.

Hati nurani Rudy Hartono tergerak menginisiasi adanya perdamaian antar keduanya dan menawarkan agar persoalan mereka tidak dilanjutkan hingga persidangan di Pengadilan Negeri setempat.
Akhirnya telah tercapai kesepakatan perdamaian, Selasa 18 Juli 2023 lalu yang ditandatangani masing-masing pihak dengan para saksi dari keluarga dan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Kajari Denpasar Rudy Hartono mengusulkan penghentian penuntutan perkara itu ke Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Dr.Narendra Jatna SH.LLM guna diteruskan ke Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk persetujuan perkara dihentikan.

Rabu, 26 Juli 2023. JAM Pidum Fadil Zumhana atas nama Jaksa Agung ST Burhanuddin menyetujui usulan penghentian penuntutan yang diajukan Kejari Denpasar atas perkara pencurian atas nama tersangka SIP yang diduga melanggar Pasal 362 KUHP.

“Penegakan hukum humanis Kejari Denpasar membuahkan hasil positif, perkara ini akhirnya berujung damai dan dihentikan penuntutannya. SIP akhirnya terbebas dari ancaman pidana. Ini semua kita lakukan sebagai implementasi penegakan hukum Kejaksaan RI yang berhati nurani dalam menerapkan keadilan restoratif,” ujar Kajari Denpasar Rudy Hartono.
(Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button