Nasional

Kejati Bengkulu Bersama KPK Cegah Korupsi

ADHYAKSAdigital.com –Komitmen Kejaksaan Tinggi Bengkulu dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi patut di apresiasi. Apa pasal? Kejati Bengkulu bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (kPK) membangun sinergitas dan koordinasi agar penggunaan dan pengelolaan anggaran transparan dan akuntabel.

Bertempat di Hotel Mercure Bengkulu, Senin, 24 Juli 2023 Komisi Pemberantasan memfasilitasi Pelatihan Bersama Peningkatan Kemampuan Aparat Penegak Hukum dan Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (APIP) Dalam Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi.

“Kegiatan hari ini merupakan tindaklanjut perintah Jaksa Agung pada saat acara pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) di Sentul beberap waktu lalu, yaitu membangun jaminan hubungan kerjasama lintas sektoral di antara kementerian/lembaga dilandasi tekad dan semangat saling mendukung dan saling melengkapi serta tindak lanjut SKB Kemendagri , Kejaksaan dan Kepolisian,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Heri Jerman SH.MH mengawali sambutannya.

Kajati Bengkulu mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini di Provinsi Bengkulu dengan harapan, dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan aparat penegak hukum dan auditor serta mampu meningkatkan koordinasi lintas sektoral dalam penanganan tindak pidana korupsi.

“Para peserta ini merupakan orang-orang pilihan, agar mampu menjawab tidak tantangan tuntutan dan harapan masyarakat untuk memenangi peperangan melawan korupsi yang menjadi musuh besar bersama bangsa ini,” ujar Kajati

Dikatakan, tindak pidana korupsi saat ini sudah dianggap sebagai penyakit menular yang penanganannya perlu dilakukan secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan. Dalam hal ini, tidak kalah pentingnya peran aktif dari masyarakat, penegak hukum serta auditor dan unsur terkait lainnya dalam penanganan tindak Korupsi.

Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan saat ini merupakan sebuah momentum penting untuk meningkatkan kembali akan hakikat dan diri sebagai aparat penegak hukum tindak pidana korupsi.

Kajati Bengkulu berharap pelatihan ini mampu menyamakan persepsi antar lembaga, baik APH dan APIP dalam pencegahan korupsi. Heri Jerman berharap terbangun kolaborasi yang baik antara Aparat Pengawasan Internal (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH).

Dia mengakui selama ini koordinasi APH dengan APIP masih belum maksimal, khususnya dalam penanganan laporan dan pengaduan masyarakat tentang pengelolaan dan penggunaan anggaran negara.

Oleh karena itu, kolaborasi pengawasan antara APIP dengan APH harus dilakukan sejak awal, tidak bisa lagi saling menunggu. “Lebih baik mengutamakan pencegahan keuangan negara di awal ketimbang uang negara sudah terlanjur bocor,” tegasnya.

Selain itu, pelatihan juga merupakan salah satu upaya konkrit dalam meningkatkan kompetensi aparat penegak hukum sehingga memiliki integritas, kualitas yang baik di dalam rangka meningkatkan akselerasi, keakurasian, dan penyelesaian penanganan perkara tindakan korupsi.

“Setiap ada laporan tentang dugaan korupsi kita berharap selalu ada koordinasi antara inspektorat, kepolisian dan kejaksaan. Sinergitas yang kita bangun ini akan berdampak positif sehingga penanganan kasus-kasus dugaan korupsi tidak mengganggu pembangunan di daerah,” pinta Kajati Heri Jerman.

Dimana diharapkan nantinya mampu menghadirkan penegakan hukum yang efektif dan efisien guna menciptakan Indonesia yang lebih baik bersih dan bebas dari korupsi. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button