Nasional

Heri Jerman : Saatnya Bengkulu Bebas Korupsi !

ADHYAKSAdigital.com –Kampanye anti korupsi gencar disosialisasikan Kejaksaan Tinggi Bengkulu, khususnya bagi penyelenggara negara, pemerintah dan juga badan usaha milik negara, termasuk kelompok masyarakat, tokoh pemuda dan ulama.

“Hal itu dilakukan atas komitmen Kejaksaan agar Provinsi Bengkulu bebas dari korupsi, pembangunan berjalan dan masyarakat hidup aman dan sejahtera,” tutur Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Dr. Heri Jerman SH.MH dalam konferensi persnya dalam Laporan Kinerja Kejatii Bengkulu sepanjang Tahun 2023 sehubungan dengan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Ke 63 tahun 2023, Bengkulu, Jumat 21 Juli 2023.

Kajati Heri Jerman menuturkan, kampanye perlu dilakukan mengingat pemberantasan korupsi di Indonesia tidak cukup hanya dengan melakukan tindakan represif namun juga memerlukan tindakan preventif/pencegahan, sehingga perlu kolaborasi dan sinergitas seluruh komponen untuk mendorong serta seluruh perangkat lembaga dan aparaturnya serta masyarakat memahami nilai-nilai anti korupsi.
Heri Jerman menegaskan Kejati Bengkulu profesional dan berintegritas dalam penanganan pidana korupsi. Perkara-perkara korupsi yang ditangani telah sesuai dengan hukum dan ketentuan perundang-undangan.

Dia menjelaskan, sepanjang tahun 2023, Kejati Bengkulu telah menangani beberapa perkara korupsi, diantaranya dugaan tindak pidana Korupsi pada Pembangunan Gedung Revitalisasi dan Pembangunan Asrama Haji Bengkulu Tahun Anggaran 2020 yang dikerjakan oleh PT. BAHANA KRIDA NUSANTARA dengan estimasi awal kerugian negara Rp1.757.483.717,40. Penyidik menetapkan SU, Direktur penyedia barang dan jasa sebagai tersangka.

“Proyek Pembangunan Gedung Revitalisasi dan Pembangunan Asrama Haji Bengkulu Tahun Anggaran 2020 dengan nilai kontrak Rp.38.460.000.000,” jelas Kajati Heri Jerman didampingi Wakajati Victor Antonius Sidabutar saat itu.

Kemudian, Dugaan Korupsi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu lembaga perbankan syariah di Kota Bengkulu dari tahun 2021 sampai dengan 2022. Terhadap perkara ini telah ditetapkan Tersangka RR dan dilakukan penahanan.

Salah satu modus yang dipakai Tersangka RR yaitu memanipulasi rekening tujuan pemberian KUR ke salah satu keluarganya sehingga uang ratusan juta rupiah diterima oleh orang yang tidak berhak, modus-modus yang masih dikembangkan, korban dari perbuatan RR diperkirakan tidak cuma satu orang, sudah 10 orang menjadi korban atas perbuatan RR, korban tersebut hampir banyak merupakan keluarga dari RR. Indikasi kerugian negara akibat perbuatan RR yaitu Rp1.500.000.000,-,

“Kita juga ada menerima pelimpahan berkas penyidikan dugaan pidana korupsi yang ditangani Polda Bengkulu, yakni Dugaan Tindak Pidana Korupsi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Seluma Tahun Anggaran 2022, An. Tersangka Mirin, S.H., M.H. Bin (Alm) Ajib. Kemudian Dugaan Tindak Pidana korupsi penyalahgunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang terjadi di UPTD Puskesmas Pasar Ikan pada dinas kesehatan kota Bengkulu Tahun Anggaran 2022, An. Tersangka dr. RADEN AJENG YENI WARNINGSIH Binti (Alm) R. YANUARSYAH,” ujarnya.

Kajati Bengkulu Heri Jerman mengatakan, selama periode Januari – Juli
2023, pihaknya berhasil menyelamatkan kerugian negara dalam kasus tindak pidana korupsi senilai Rp.13.383.970.022,93.

Eksekusi uang pengganti kerugian negara ini dari perkara Tindak pidana Korupsi pada Program Sawit Rakyat/Replanting Kelapa Sawit di Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara khusus pada Kelompok Tani Rindang Jaya Tahun 2020.

Kemudian, eksekusi uang pengganti perkara tindak pidana Korupsi Secara bersama-sama melakukan perbuatan melawan Hukum dan atau menyalahgunaan kewenangannya dengan cara memaksa seseorang untuk memberikan uang terkait proses pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Subbidang SD dan Subbidang SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara Tahun Anggaran 2022, sebesar Rp.146.000.000,-

“Penegakan hukum Kejaksaan dalam menangani pidana korupsi tidak semata-mata memidana, kita juga melakukan pengembalian kerugian keuangan negara, mengejar aset. Kampanye anti korupsi terus kita lakukan, sehingga kedepannya Provinsi Bengkulu ini bebas dari korupsi,” sebut Heri Jerman.
(Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button