Nasional

Kajati Sulsel: Sosok Syekh Yusuf Al Makassari Patut Diteladani!

ADHYAKSAdigital.com –Almarhum Syekh Yusuf Al Makassari Tuanta Salamaka adalah seorang ulama besar Umat Muslim dari Gowa, Sulawesi Selatan. Dia adalah seorang Pahlawan, pejuang dalam melawan penjajahan Kolonial VOC Belanda.

Beliau (Syekh Al Makassari Tuanta Salamaka) dikenang sebagai sosok ulama yang gigih melawan penjajahan VOC Belanda dan harus diasingkan ke beberapa daerah hingga wafatnya di pengasingan di Afrika Selatan pada tahun 1699 lalu.

Bertempat di Lingkungan Makam Syekh Abul Mahasin Tajul Khalwati Al Makassri Al Bantani di Jalan Syekh Yusuf, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis 25 Mei 2023, beragam tokoh masyarakat, ulama, pemuda hingga masyarakat luas hadir dalam pagelaran Haul AKbar Syekh Yusuf Al Makassari Tuanta Salamaka.
Pagelaran Haul Akbar Syekh Yusuf Al Makassari Tuanta Salamaka ini rupanya digelar atas inisiasi dan prakarsa Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Leo Eben Ezer Simanjuntak SH,MH.

Kajati Sulsel Leo Simanjuntak terpanggil untuk menggelar Haul Akbar tersebut atas kecintaan dan bangganya beliau atas keteladanan dan komitmen Syekh Al Makassari Tuanta Salamaka dalam mengajarkan ajaran agama Islam, mengajarkan kebaikan, menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusian dan keadilan dan perjuangannya melawan penjajahan.

“Momen HUT PERSAJA Ke 72 Tahun 2023 dan Hari Bhakti Adhyaksa Ke 62 Tahun 2023, saya terpanggil memprakarsai Haul Akbar Syekh Yusuf Al Makassari Tuanta Salamaka. Keluarga besar Kejaksaan patut berbangga, NKRI pernah memiliki ulama besar yang penuh dedikasi dan komitmen melawan penjajahan dan menyebarkan kebaikan dan keadilan,”ujar Kajati Sulse Leo Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya, Jumat 26 Mei 2023.

Pada kegiatan Haul Akbar Syekh Yusuf Al Makassari Tuanta Salamaka ini dihadiri Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Zet Tadung Allo SH,MH, para Asisten Kejati SulSel, ,Para Kepala Kejaksaan Negeri se-Sulawesi Selatan.
Kemudian, Bupati Gowa Dr. Adnan purichta ichsan, SH., MH. beserta para Forkopimda Kabupaten Gowa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Ketua MUI Gowa, KH Abubakar Paka, Ketua NU Gowa Drs. H. Jabbar Hijaz Dg Sanre, Ketua Muhammadiyah Gowa H. Ardan Ilyas. Pada acara Haul Akbar hari itu tampil membawakan Tausyiah, Habib Alwi Bin Ilyas Assegaf.

Kajati Sulse Leo Simanjuntak mengatakan, pelaksanakan Haul AKbar sebagai wujud penghormatan, kekaguman, kebanggaan, juga untuk mengingatkan bangsa ini dan keluarga besar Kejaksaan untuk mengenang sekaligus meneladani kehidupan beliau yang sarat dengan keteladana dalam menyebarkan Islam. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan, serta perjuangan melawan penjajahan Belanda.

“Saya sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sebagai pemrakarsa kegiatan ini, mengajak seluruh anggota PERSAJA yang baru saja memperingati hari ulang tahun ke-72 tahun serta menyambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 tahun, untuk meneladani nilai-nilai kehidupan universal yang diwariskan oleh Yang Mulia Syekh Yusuf Al Makassari Tuanta Salamaka,” pinta Kajati Leo Simanjuntak.

Menurutnya, dalam melaksanakan tugas sebagai penegak hukum dibutuhkan berupa akhlak yang mulia, pribadi yang santun, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan, serta menjauhkan diri dari perilaku hidup yang mempertontonkan kemewahan duniawi, yang juga sejalan dengan peringatan Jaksa Agung RI untuk senantiasa menerapkan pola hidup sederhana dan menghindari gaya hidup hedonis sebagaimana Instruksi Jaksa Agung Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penerapan Pola Hidup Sederhana.

Leo Simanjuntak juga menekankan agar menjadikan Haul Akbar ini sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja, menjaga integritas kepribadian dan tidak melakukan perbuatan tercela dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan, yang dapat merusak citra dan tingkat kepercayaan publik terhadap Lembaga Kejaksaan RI.

Selain menyebarkan agama Islam, Syekh Yusuf Al Makassari Tuanta Salamaka juga berada dalam barisan Sultan Abu Al-Fath abdul fattah melawan penjajahan VOC belanda. Setelah Sultan Abu Al-Fath Abdul Fattah tertangkap oleh Belanda Maka Syekh Yusuf Al Makassari Tuanta Salamaka memimpin pasukan dari Banten, Makassar, Dan Tatar Sunda melawan kekuatan VOC Belanda dengan taktik perang gerilya yang sangat merepotkan Belanda hingga pada akhirnya VOC Belanda yang dipimpin oleh Van Happel dapat menangkap Syekh Yusuf Al Makassari Tuanta Salamaka pada Tanggal 14 Desember 1663.

Syekh Yusuf Al Makassari Tuanta Salamaka kemudian ditahan Cirebon, dipindahkan ke Srilanka selanjutnya dibuang ke tempat pengasingan yang lebih jauh di Afrika Selatan hingga wafat pada Tahun 1699. Atas jasa-jasa dan perjuangannya tersebut, Syekh Yusuf Al Makassari Tuanta Salamaka tidak saja mendapat anugrah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Namun juga Pahlawan bagi Afrika Selatan. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button