NasionalTokoh

Mengenal Lebih Dekat Sosok Wahyudi SH,.MH, Aspidum Kejati Sumsel

ADHYAKSAdigital.com –Berprofesi sebagai Aparat Penegak Hukum (APH) saat ini dihadapankan pada tuntutan sosok APH yang profesional dan berintegritas serta berlandaskan hati nurani.

Era moderen dan keterbukaan informasi menuntut seorang APH membekali diri dengan keilmuan yang mumpuni agar mampu sebagai APH yang selalu berkembang dalam penanganan perkara. Pasalnya, tindak pidana juga turut berkembang seiring dengan era digital.

Wahyudi SH, MH adalah seorang APH di Kejaksaan Republik Indonesia. Dia menyadari profesi jaksa di Indonesia dituntut untuk terus belajar dengan keadaan yang terus berkembang, baik skala nasional maupun global.
Jaksa Indonesia harus mampu mensejajarkan diri dengan jaksa-jaksa yang ada di luar negeri, khususnya negara maju, dalam peran dan tugasnya sebagai APH. Wajah penegakan hukum Kejaksaan ke depannya harus berkeadilan, berkepastian hukum dan memiliki kemanfaatan hukum bagi masyarakat dan negara.

Kala ditemui di ruangan kerjanya di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Palembang, Senin 22 Mei 2023, Wahyudi mengaku berprofesi sebagai Jaksa adalah cita-citanya sedari dulu, khususnya kala masih seorang mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Medan.

Dia sebagai mantan aktivis di bangku kuliah di USU Medan lalu mengingat betul sebuah pepatah “Pemuda sebaiknya punya keberanian lebih untuk menentukan pilihan hidup, dan tidak sekadar mengikuti arus, tetapi mencoba melihat dengan cara berbeda, dan mengasah kepekaan diri demi kesetaraan”
“Ketekunan, kejujuran dan doa orang tua menjadi modal besar saat saya putuskan sebagai aparat penegak hukum. Oleh karenanya, bermimpi saja tidak cukup. Jika punya mimpi sebaiknya juga diimbangi dengan kerja keras kegigihan dan konsistensi,” ucap mantan Kajari Pontianak, Kalimantan Barat ini.

“Adanya dorongan dari dalam diri yang menginginkan berprofesi Jaksa harus mampu menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan dan berkepastian hukum. Saya menyadari perubahan nyata di Kejaksaan saat ini tidak terlepas atas komitmen seluruh jajaran Kejaksaan yang mampu mewujudkan Jaksa Indonesia Profesional, Berintegritas dan Berhati Nurani,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, Jaksa yang moderen di masa yang akan datang bukan saja sebagai Jaksa humanis dari segi penegakan hukum, tetapi dapat menjadi bagian dari jawaban atau solusi persoalan-persoalan hukum di masyarakat.

Wahyudi saat ini diberi amanah oleh Kejaksaan RI sebagai Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan di Palembang. Dia menyadari amanah itu harus diembannya dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab, sehingga wajah penegakan hukum Kejati Sumsel yang dirinya berada didalamnya mampu mewujudkan Kejati Sumsel Hebat dan Humanis.
Menjabat sebagai Aspidum Kejati Sumsel, Wahyudi mengaku dengan seluruh hati dan pikirannya dengan totalitas memberikan sumbangsih positif bagi kinerja penegakan hukum Kejati Sumsel dan masyarakat Sumsel.

Kejaksaan kini peroleh “Public Trust”, bagi alumni penerima beasiswa Master Hukum Universitas Dipenegoro, Semarang ini menjadi beban moral agar Public Trust itu tetap terawat. Sebagai mantan staf jaksa di Kejaksaan Agung di Jakarta, bapak pemilik 2 (dua) anak ini mengakui besarnya peran media dalam menyiarkan kinerja positif Kejaksaan selama ini.

Sebagai jaksa senior, Wahyudi tiada hentinya mengingatkan anak buahnya dan sesama jaksa, khususnya jaksa junior untuk menghindari perilaku menyimpang, khususnya dalam menjalani profesi penegak hukum. Dituntut iman yang kuat, kesabaran dan ketekunan dalam menjalani profesi jaksa agar terhindar dari godaan, khususnya transaksional dalam penanganan perkara.

Memiliki materi yang berkecukupan adalah impian semua orang. Namun ketika ditakdirkan sebagai seseorang yang memiliki kelebihan dalam hal materi, orang tersebut biasanya cenderung tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Mereka hanya berfokus pada dirinya sendiri dan kekayaannya.

“Namun ingatlah bahwa semua hal yang kamu miliki di dunia ini tidak akan abadi. Bersikap sombong dengan kekayaan yang dimiliki saat ini tidak ada gunanya. Cobalah untuk menjadi seseorang yang low profile agar hidupmu bisa berkualitas. Banyak orang pasti setuju bahwa sebuah kesederhanaan adalah kunci dari kebahagiaan yang abadi,” tegas Aspidum Kejati Sumsel Wahyudi. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button