Nasional

Kejari Prabumulih Gelar Rekontruksi Perkara Dana Hibah Bawaslu

ADHYAKSAdigital.com –Penyidikan dugaan korupsi dana hibah anggaran Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2017-2018 Rp5,7 miliar pada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Prabumulih terus dikembangkan Kejaksaaan Negeri Prabumulih, Sumatera Selatan.

Bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Prabumulih, Prabumulih, Senin 13 Maret 2023, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Prabumulih dibawah arahan langsung Kajari Prabumulih Roy Riady, SH, MH melakukan Rekonstruksi Perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Belanja Hibah Bawaslu tahun Anggaran 2017-2018 terhadap tersangka atas nama H.Ir. Iriadi Adi Ibrahim.

“Hari ini kita menggelar rekontruksi atas penyidikan dugaan korupsi di Bawaslu Prabumulih ini. Pada rekonstruksi tersebut tersangka didampingi Penasihat Hukumnya dan dihadiri juga oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Prabumulih. Rekontruksi perkara itu juga menghadirkan 5 orang Saksi,” tutur Kajari Prabumulih Roy Riady SH.MH kepada ADHYAKSAdigital.
Dalam rekonstruksi perkara tersebut penyidik melakukan konstruksi ulang terhadap dugaan 5 (lima) uraian fakta hukum penerimaan sejumlah uang oleh tersangka yang meliputi lebih kurang 20 (dua puluh) adegan yang telah dilakukan oleh Tersangka.

Roy Riady mengatakan, Bawaslu Prabumulih semula mendapatkan dana hibah dari Pemerintah Daerah sebesar Rp 5,7 miliar pada tahun 2017-2018 untuk menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Namun, saat dilakukan audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumsel, didapati adanya laporan fiktif sebesar Rp 1,8 miliar oleh para tersangka.

“Ketiga tersangka adalah ketua dan komisioner Bawaslu Prabumulih, modus mereka dengan membuat laporan fiktif dalam penyelenggaraan Pilkada sebesar Rp 1,8 miliar dana hibah,” kata Roy.
Ketiga tersangka tersebut dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Juncto UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun. “Untuk sekarang tersangka kami titipkan di Rutan Kelas II B Kota Prabumulih,” jelasnya. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button