Nasional

Helena Octavianne: Santri Dituntut Miliki SDM Handal

ADHYAKSAdigital.com –Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang, Banten, Helena Octavianne SH.MH mengingatkan kaum millenial, khususnya santri yang sedang mondok di Pesantren di Kabupaten Pandeglang agar mempersiapkan diri dalam meraih masa depannya dengan wawasan, ilmu pengetahuan dan keahlian.

Helena mengajak para santriwan dan santriwati untuk terus berlajar dan memperbanyak ilmu pengetahuan dan terus meningkatkan pendidikan, mengingat begitu beratnya persaingan dunia kerja di era globalisasi saat ini.
Hal itu disampaikan Kajari Pandeglang Helena Octavianne dalam paparannya pada pembekalan kepada santriwan dan santriwati dalam rangka kegiatan Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM) Pondok Pesantren Annals Darunnajah 5 tahun 2023 bertempat di Pendopo Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pandeglang, Kamis 9 Maret 2023.

Untuk praktik pengabdian masyarakat (PPM), Kajari Pandeglang meminta para santriwan dan santriwati harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Santri harus mampu merealiasikan pengamalan agama Islam, Ukhuwah Islamiah.
“Santri harus menjadi motor penggerak, terutama dalam hal agama demi mengikis tindak pidana terhadap kekerasan perempuan dan anak serta narkotika. Karena selain bahaya laten terorisme dan narkotika, tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup tinggi di Kabupaten Pandeglang,” pinta Kajari Helena.

Kajari Pandeglang ini menyatakan komitmen dan tanggung jawabnya membantu Pemerintah Kabupaten Pandeglang agar seluruh kaum millenial sadar hukum dan menjauhi hukuman. Peran Kejaksaan lewat penyuluhan dan penerangan hukum Kejaksaan, generasi muda khususnya pelajar dan santri diajak dan diminta untuk menanamkan jiwa nasionalis, toleransi, gotong royong, menghindari penggunaan narkoba dan bijak dalam bermedia sosial.
“Saya minta agar santriwan dan santriawati dalam bermedia sosial lebih bijak dan tidak menyebarkan berita-berita hoaks serta tidak membuat tulisan-tulisan atau mendistribusikan gambar atau video yang melanggar UU ITE sehingga terwujud pembinaan hukum sejak dini dalam rangka pencegahan,” himbau Helena.

Kajari Helena yang juga Bunda Santri ini menyampaikan bahwa Program Jaksa Masuk Pesantren (JMP) merupakan program unggulan dari Bidang Intelijen Kejaksaan RI dengan melakukan penyuluhan ke pesantren karena anak didik di pesantren adalah Generasi Muda Penerus Bangsa yang sejak dini dikenalkan dengan profesi Jaksa termasuk tugas dan wewenang Jaksa sebagai Aparat Penegak Hukum.
(Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button