Nasional

Keren! Laboratorium Digital Forensik Kejaksaan Peroleh Akreditasi

ADHYAKSAdigital.com –Kerja keras jajaran Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) khususnya Direktorat Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen dalam mengelola laboratorium digital forensik membuahkan hasil. Laboratorium yang dikelola JAM Intel itu kini telah terakreditasi dan memperoleh sertifikat ISO 17025.

Bertempat di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin 20 Februari 2023, Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intelijen) Amir Yanto menerima langsung penyerahan surat akreditasi dan ISO 17025 tersebut dari Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Kukuh S. Achmad selaku Ketua Komite Akreditasi Nasional.

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Kukuh S. Achmad selaku Ketua Komite Akreditasi Nasional menyampaikan pemberian sertifikat dan akreditasi laboratorium digital forensik kepada Kejaksaan RI karena telah memenuhi persyaratan standar nasional maupun internasional.
“Maka dengan telah diakreditasikannya laboratorium digital forensik Kejaksaan RI, Kepala BSN berharap laboratorium dapat terus memelihara kompetensinya, konsisten dalam melakukan kegiatan serta impartialitas dalam memberikan pelayanan, terutama dalam pembuktian dari Barang Bukti Elektronik (BBE) untuk tujuan penegakan hukum,” ujar Kukuh S. Ahmad.

Sementar aitu, JAM Intel Amir Yanto menyampaikan terima kasih kepada Ketua Komite Akreditasi Nasional beserta jajaran yang telah memberi kepercayaan untuk mengembangkan teknologi informasi di lingkungan Kejaksaan. Selanjutnya, JAM-Intelijen mengatakan Digital Forensik adalah masa depan pembuktian hukum tak terkecuali Kejaksaan sebagai ujung tombak penegakan hukum di Indonesia memandang perlunya Sertifikasi ISO 17025 terhadap Laboratorium Digital Forensik Kejaksaan. “ISO 17025 merupakan sebuah standar internasional laboratorium yang melakukan pengujian, sampling, dan kalibrasi,” ujar Amir Yanto.
Tujuan Sertifikasi ISO 17025 tak lain untuk menjamin suatu laboratorium sudah menerapkan sebuah sistem manajemen yang menjadi kendaraan mencapai tujuan tertentu dan penyelenggara sertifikasi adalah lembaga sertifikasi atau certification body yang boleh mengadakan proses ini. “Lembaga sertifikasi akan mengacu pada ISO 17021 tentang Conformity Assessment yang memuat persyaratan bagi lembaga untuk penyelenggaraan audit dan sertifikasi sistem manajemen,” ujar JAM-Intelijen.

JAM-Intelijen menyampaikan akreditasi berupa suatu pengakuan resmi atau formal dari badan akreditasi (accreditation body) yang menegaskan bahwa suatu lembaga kesesuaian (certification body) benar memiliki kompetensi dalam bidang penilaian kesesuaian yang dimaksud.

Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2014 mengenai standardisasi dan penilaian kesesuaian telah menjelaskan hal ini dengan rinci. Akreditasi jadi ranah institusi tertentu yang berwenang untuk menyatakan suatu lembaga/institusi/laboratorium benar mempunyai kompetensi dan berhak menyelenggarakan penilaian kesesuaian.

“Sertifikasi berbicara tentang rangkaian kegiatan asesmen yang bertujuan menilai kesesuaian terkait penjaminan tertulis sehingga barang/jasa/proses/sistem/personel yang dimiliki benar sudah mematuhi atau sesuai dengan standar maupun regulasi yang berlaku sebagai standar Internasional sistem manajemen mutu organisasi sehingga ISO berperan penting untuk mengukur sejauh mana kredibilitas organisasi,” ujar JAM-Intelijen. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button