Nasional

Terharu! Begitu Dibebaskan Jaksa, Angga Adzankan Anaknya Yang Baru Lahir

ADHYAKSAdigital.com –Mengumandangkan adzan ke telinga bayi yang baru lahir merupakan hukum sunnah bagi orang tua khususnya seorang ayah yang beragama Islam. Para orang tua yang berasal dari keluarga muslim pasti ingin anaknya disambut dengan cara-cara yang sesuai dengan ajaran Islam.

Angga Sanjaya (22), warga Imopuro, Metro, Lampung sebagai seorang bapak harus tertunda mengumandangkan adzan ke telinga anaknya pada hari kelahiran anaknya. Dia harus mendekam di penjara Polres Metro Lampung sementara waktu akibat tindak pidana yang dilakukannya.

Berawal dari aksi nekat Angga Sanjaya mencuri Handphone merek Vivo Y12 milik Agus Nur Efendi, pedagang minuman air dugan (kelapa) di Iringmulyo Metro Timur Kota Metro, Lampung, 11 Juli 2022 lalu.

Angga singgah ke lapak dagangan minuman es dugan milik Agus untuk melepas dahaga dengan memesan minuman dan menikmati minumannya di warung itu. Angga Sanjaya saat itu pusing memikirkan biaya persalinan istrinya yang tengah hamil tua, sebentar lagi melahirkan anak mereka.

Angga gelap mata kala melihat HP pedagang itu tergeletak di atas meja, Angga bertindak sumbu pendek, dia mengambil HP itu saat Agus tengah asik memecah es batu dan sibuk melayani pelanggan lainnya.

Yakin aksinya tidak diketahu orang lain, Angga Sanjaya dengan tergesa-gesa membayarkan minumannya dan beranjak pergi meninggalkan warung. HP pun berpindah tangan. Angga sadar HP adalah barang curian, dia pun mereset ulang dan mengganti SIM Card HP.

Agus Nur Efendi belakangan sadar HP nya tidak ada lagi di atas meja. Si pemilik HP sadar, salah satu pengunjung warungnya telah mencuri HPnya. Dia pun melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Lampung.

Tiba menjelang hari – H kelahiran anaknya, Angga pun berusaha menjual HP itu dan menawarkannya lewat media sosial Facebook. HP curian itu pun terjual. Dia pun terbantu bisa mengumpulkan uang untuk biaya persalinan istrinya kelak.

Apes bagi Angga! Menghayalkan kehadiran sosok bayi telah lahir di depan mata, pupus sudah. Istrinya harus dihadapankan pada situasi suaminya tidak hadir dan selalu mendampinginya saat buah hati mereka lahir.

Bayi itu lahir ketika bapaknya mendekam dalam penjara.Rupanya, si pemilik HP, Agus Nur Efendi melacak posisi HP yang hilang itu lewat nomor IMEI yang melekat di ponsel miliknya itu. Termasuk pengawasan melekat terhadap media sosial penjualan barang online, Agus akhirnya mendapati informasi penawaran HP miliknya itu terdapat pada akun Facebook milik Angga Sanjaya.

Dibantu personil Polres Metro, Agus Nur Efendi mendatangi rumah Angga bermaksud memastikan HP nya telah dicuri. Angga pun tidak berkutik kala diinterogasi dan mengakui perbuatannya ada mencuri HP milik Agus.

Angga pun digiring ke Polres Metro, Lampung. Guna mempertangungjawabkan aksinya, penyidik memproses hukum tindak pidana pencurian yang dilakukan Angga. Angga dijadikan tersangka dijerat melanggar Pasal 362 KUHP dan ditahan.
Seiring waktu, perkara itu pun dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Metro, Lampung. Kejari Metro memfasilitasi perdamaian antara Agus Nur Efendi dengan Angga Sanjaya. Angga meminta maaf atas kesalahannya, Agus menerima permintaan maaf yang disampaikan Angga.

“Angga Sanjaya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan pidana yang dilakukannya. Berjanji untuk menjadi pribadi yang baik dalam kehidupan sehari-harinya ke depannya,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Metro, Lampung, Virginia Hariztavianne SH. B.Bus, MM.MH didampingi jaksa fasilitator, Dewi Asri,SH. kepada ADHYAKSAdigital, Rabu 23 November 2022.

Dijelaskan, perdamaian antara pelaku Angga Sanjaya dengan Agus Nur Efendi sebagai korban tertuang dalam surat perjanjian yang ditandatangani keduanya diatas materai dengan para pihak saksi tertanggal 12 November 2022 lalu.

Ditambahkan, atas dasar pertimbangan adanya perdamaian antara tersangka dengan korban, Kejari Metro mengajukan penghentian penuntutan atas perkara Angga Sanjaya kepada Kejaksaan Tinggi Lampung untuk diteruskan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin agar diberi persetujuan penerbitan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Restorative Justice.

Oleh Jaksa Agung Pidana Umum Fadil Zumhana atas nama Jaksa Agung RI, usulan penghentian penuntutan atas perkara ini disetujui dan memerintahkan Kejari Metro untuk menerbitkan Surat Penghentian Penuntutan (SKP2) berdasarkan keadilan restoratif.

“Penegakan hukum humanis Kejaksaan Negeri Metro, Lampung membebaskan Angga Sanjaya dari ancaman hukuman pidana” tegas Virginia Hariztavianne, yang juga putri dari Harprilineny Soebiantoro, mantan JAM Bin Kejagung ini.

Angga Sanjaya tak mampu menahan kebahagiaannya kala bertemu dengan anaknya, yang lahir saat dia tengah mendekam di sel tahanan . Dia seketika itu menggendong bayinya dan mengumandangkan adzan ke telinga bayinya itu. Isak tagisnya pecah. Begitu dibebaskan jaksa, Angga adzankan anaknya yang baru lahir tersebut. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button