Nasional

Jaksa Agung Minta Kejaksaan Galakkan Penkum Dan Lukum

ADHYAKSAdigital.com –Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta Kejaksaan se Indonesia, Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri untuk menggalakkan penerangan hukum dan penyuluhan hukum kepada masyarakat, sehingga kesadaran hukum tumbuh dan dapat menekan angka kriminalitas di masingg-masing wilayah.

Hal itu disampaikan Jaksa Agung ST Burhanuddin saat lawatan kunjungan kerjanya di Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Kejaksaan Negeri Kepahiang dan Kejaksaan Negeri Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Senin 14 November 2022. Kunker Jaksa Agung didampingi rombongan antara lain Kepala Biro Umum, Kepala Biro Kepegawaian, Kepala Pusat Penerangan Hukum, dan Staf Khusus Jaksa Agung.

Jaksa Agung ST Burhanuddin juga mengatakan bahwa perkara yang masuk di Kejaksaan Negeri Bengkulu Tengah dan Kejaksaan Negeri Kepahiang rata-rata didominasi perkara pencurian dan pelecehan seksual. Jaksa Agung meminta hal ini agar dijadikan bahan penerangan dan penyuluhan hukum guna kebutuhan hukum masyarakat untuk menekan angka kriminalitas dapat terakomodir.

Jaksa Agung mengatakan program penyuluhan hukum merupakan salah satu program dari Kejaksaan RI. Program itu sudah ada sejak berdirinya Kejaksaan di Indonesia.“Salah satu tugas pokok Kejaksaan itu memberikan program pembinaan masyarakat taat hukum. Sehingga kesadaran hukum tumbuh dalam kehidupan masyarakat dan dapat menurunkan angka kriminalitas,” ujarnya.

Dalam kegiatan kunjungan kerja tersebut, Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke ruangan setiap bidang dan hal yang menjadi sasaran utama adalah tempat penyimpanan barang bukti. Atas hal tersebut, Jaksa Agung menyarankan agar registrasi/labelisasi barang bukti diperhatikan sebab apabila administrasi penanganan perkara bagus, maka akan lebih mudah untuk mengembalikannya kepada yang berhak. Lalu juga perlu dilakukan pencatatan kondisi barang pada Tahap II dan apabila memungkinkan, Berita Acara Penyerahan ditandatangani oleh pemilik tempat barang tersebut disita sehingga pada saat pengembalian, meminimalisir terjadinya komplain. “Ke depan, saya juga berharap agar setiap Kejaksaan Negeri memiliki rumah penyimpanan barang bukti yang representatif,” ujar Jaksa Agung.

Jaksa Agung juga berpesan kepada seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Bengkulu Tengah yang dipimpin oleh Tri Widodo dan Kejaksaan Negeri Kepahiang yang dipimpin oleh Andi Helmi, untuk disiplin dan menjaga kekompakan sehingga dengan kolaborasi seluruh pegawai, semua pekerjaan akan lebih mudah dikerjakan. Lalu dengan jumlah pegawai yang sedikit yaitu rata-rata 30-an orang pegawai dan didominasi oleh tenaga honorer untuk lebih dioptimalkan sehingga kinerja Kejaksaan Negeri Bengkulu Tengah dan Kejaksaan Negeri Kepahiang menjadi lebih baik. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button