Metropolitan

Produsen Sirup Unibebi Minta Pertanggungjawaban PT LS

ADHYAKSAdigital.com –PT LS penyalur bahan baku tiga produk obat sirup kepada PT Universal Pharmaceutical Industries dinilai harus bertanggung karena setelah diteliti secara mandiri ternyata melewati ambang batas aman.

PT Universal Pharmaceutical Industries disebutkan langsung mengambil langkah hukum dengan melaporkan PT LS ke Polda Sumatera Utara.

“Kami sudah mendapatkan hasil laboratorium, kami sampaikan hasilnya adalah melewati ambang batas aman. Setelah kami mengetahui hasilnya melewati ambang batas aman, kami langsung bersama dengan klien kami pak Boedjono Mulia (Dirut PT Universal Pharmaceutical), membuat laporan polisi ke Polda Sumut,” sebut Kuasa Hukum PT Universal Pharmaceutical Hermansyah Hutagalung, Sabtu (29/10/22).

Menurut dia, langkah hukum yang dilakukan ini karena pihaknya menilai PT LS menyalurkan bahan baku tiga obat sirup produk mereka yang diduga telah melewati ambang batas aman.

“Kami anggap bahwa dia sudah melakukan penipuan atas perusahaan kita lalu kita membuat laporan polisi ke Polda Sumut, dan laporan ini kami anggap sebagai laporan yang bisa diteruskan ke Mabes Polri agar bisa ditindaklanjuti di Tipiter Mabes Polri,” ujarnya sambil menunjukkan surat laporan nomor STTLP/B/1918/X/2022/SPKT/Polda Sumatera Utara pada tanggal 27 Oktober 2022.

Perusahan penyalur bahan baku obat sirup itu dilaporkan atas dugaan penipuan. “Laporan di Polda karena sifatnya suplier maka kita menggunakan pasal penipuan buktinya adalah sertifikat analize yang mereka siapkan, kedua sisa produk bahan bakunya dan hasil lab versi kita, dimana hasil kita dengan sertifikat analize yang mereka jaminkan aman tidak sesuai maka kita gunakan pasal penipuan,” jelasnya.

Perusahaan penyalur bahan baku obat sirup itu disebutkan berada di Kota Medan. Dalam kasus ini menurutnya pihak penyalur bahan obat sirup PT LS harus bertanggungjawab. Untuk itu, pihaknya berharap kepolisian dapat mengusut tuntas kelalaian PT LC yang telah berdampak dan merugikan PT Universal Pharmaceutical Industries.

“Karena mekanisme pemberian bahan baku ke kita sudah pasti pakai sertifikat analize. Di dalam penyediaan bahan baku suplier menyiapkan sertifikat analize dimana dia menjelaskan kandungan dari pada bahan baku itu, disamping itu juga keterbatasan alat tentang Etilen Glikol (ED), DEG sama sekali hal baru yang kita temukan hari ini, karena dulu yang diuji tentang PG dan Gliserin. Baru sekarang kita tahu ED, DEG dan itu alatnya hanya di Bogor dan Jakarta untuk memeriksa itu,” sambungnya.

Sebagai informasi BPOM Pusat disebutkan akan memeriksa kliennya Boedjono Mulia (Dirut PT Universal Pharmaceutical) pada pekan depan.

“Klien kita akan diperiksa Senin nanti oleh BPOM Pusat disitu kita akan memberitahukan, tapi kita yakin BPOM sudah dapatkan makanya menarik produk kita. Artinya apa, terimakasih kepada BPOM karena cepat mengambil tindakan, dan kita juga tarik seluruh produk itu yang hasilnya di atas ambang batas aman,” kata Hermansyah.

Kemudian Herman juga menjelaskan setelah hasil laboratorium yang menyatakan lewat ambang batas aman, pihaknya langsung menarik seluruh produk obat sirup mereka dari pasaran di Indonesia. “Yang dimana sisanya unibebi cough sirup 173.880 botol, unibebi demam drop 11.232 botol totalnya jumlah total 185.112 botol ini di Jakarta. Di Medan jumlahnya 67.176 botol itu ditarik semuanya karena kita turut bertanggungjawab dan patuh kepada keputusan BPOM,” ungkap dia.

Sebelumnya pihak BBPOM RI telah mengeluarkan edaran adanya lima jenis obat sirup yang dilarang penggunaannya, 3 diantaranya merupakan produk unibebi.(LekWahyu)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button