Gaya Hidup

IDAI: Temuan Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius Bukan Akibat Konsumsi Obat

ADHYAKSAdigital.com –Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan kasus gagal ginjal akut misterius (acute kidney injury of unknown origin) di Indonesia bukan akibat konsumsi obat tertentu.

Sebelumnya, terdapat temuan kasus gagal ginjal akut misterius di Gambia dan mengakibatkan kematian pada 66 anak. Anak-anak mengalami gagal ginjal akut setelah minum obat batuk yang mengandung paracetamol.

Namun, Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI Eka Laksmi Hidayati menegaskan kasus di Indonesia tidak berkaitan dengan konsumsi obat-obatan.

“Kami tidak mendapatkan data atau kesimpulan bahwa ini berhubungan dengan obat tertentu sehingga kami tidak memberikan rekomendasi atau anjuran menghindari obat,” kata Eka dalam konferensi pers bersama IDAI, Selasa (11/10).

Dia menambahkan, pihaknya sudah menginvestigasi obat-obatan yang ada di pasar. Namun, hasilnya tak ditemukan obat-obat yang serupa dengan obat-obatan di Gambia. “Bahan baku obat-obatan di Indonesia tidak berasal dari Gambia,” imbuhnya.

Hingga kini, IDAI belum mencapai kesimpulan penyebab gagal ginjal akut misterius di sejumlah wilayah di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan termasuk panel infeksi (mencari infeksi dari berbagai macam virus dan bakteri), swab tenggorok (cek infeksi yang mungkin terjadi pada saluran pernapasan), dan swab rektal atau anus (mencari infeksi penyebab diare atau masalah pencernaan lain).

Hanya saja, baik bakteri maupun virus yang ditemukan tidak seragam atau konsisten mengarah pada infeksi tertentu.

Sampai 10 Oktober 2022, IDAI mencatat ada 131 anak yang mengalami gagal ginjal akut misterius. Data ini terkumpul dari 14 cabang IDAI provinsi. Rata-rata anak berusia di bawah 5 tahun, tetapi ada pula yang berusia belasan.

Eka berkata, pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi kurang lebih seragam. Mereka mengeluhkan demam, batuk, pilek, diare, muntah, dan volume urine menurun atau tidak buang air kecil sama sekali.

“Anak-anak ini tidak mengalami sakit perut. Anak-anak ini bukan terjadi sumbatan dalam aliran buang air kecil. Tapi memang ginjalnya tidak memproduksi air seni. Kami pasang kateter, itu kering. Kami melihat di USG enggak ada urine, sumbatan,” katanya.(MT/cnn/int)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button