Lagi, Jaksa Agung Perintahkan Rawat “Public Trust”

ADHYAKSAdigital.com –Jaksa Agung ST Burhanuddin mewanti-wanti kepercayaan masyarakat (Public Trust) terhadap institusi Kejaksaan dapat tergerus bila kinerja yang dihasilkan Kejaksaan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke tidak menunjukkan profesional dan masih ditemukannya oknum pegawai dan jaksa yang nakal.
Dalam kunjungan kerjanya di Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Tanjung Pinang, Jumat 7 Oktober 2022, Jaksa Agung memerintahkan seluruh jajarannya agar terus merawat “Public Trust” Kejaksaan yang saat ini berada pada posisi tertinggi dibandingkan dengan lembaga penegakan hukum lainnya.
“Atas dukungan dan dedikasi dari saudara, tren kepercayaan masyarakat kepada Institusi yang kita cintai ini semakin hari semakin baik. Saat ini Kejaksaan RI pada beberapa hasil survei menduduki posisi pertama sebagai Lembaga Penegak Hukum yang paling dipercaya oleh publik, posisi yang terbilang baru pertama kali diraih, sepanjang sejarah berdirinya Kejaksaan RI,” ujar Jaksa Agung.
Jaksa Agung mengatakan pada tanggal 21 September 2022, Kejaksaan RI juga mendapatkan penghargaan Sinergitas Awards dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, pada kategori Laporan Pelaksanaan Rencana Aksi Terbaik Tahun 2022. Bahkan pada kancah Internasional kita berhasil mendapatkan penghargaan dari International Association of Prosecutors (IAP), sebuah asosiasi penuntut umum internasional karena dinilai sukses menerapkan kebijakan Restorative Justice, yang mana kebijakan tersebut merupakan salah satu amanat RPJMN 2020-2024.
“Namun saya ingatkan, berbagai sanjungan dan penghargaan yang sudah kita terima atas hasil kerja nyata kita tersebut, jangan membuat kita jemawa dan cepat berpuas diri, melainkan kita harus tetap rendah hati dan semakin termotivasi untuk terus menjaga profesionalitas kinerja serta integritas moral dengan sebaik-baiknya,” ujar Jaksa Agung.
“Kita semua tentu punya cita-cita untuk menjadikan Kejaksaan sebagai ujung tombak penegakan keadilan dan hukum yang didambakan oleh masyarakat. Maka untuk membuat keinginan tersebut menjadi kenyataan, dibutuhkan kesungguhan, tekad, dedikasi, kejujuran, dan usaha,” tegas Jaksa Agung. (Felix Sidabutar)




